Tumpahan Oli di Pulau Semau Capai 6 Ton, Polisi Terus Lakukan Pembersihan

Regional

Tumpahan Oli di Pulau Semau Capai 6 Ton, Polisi Terus Lakukan Pembersihan

Sui Suadnyana, Yufengki Bria - detikSumut
Senin, 03 Agu 2026 05:00 WIB
Penampakan tumpahan oli di perairan Pulau Semau, Kabupaten Kupang, NTT. (Istimewa).
Foto: Penampakan tumpahan oli di perairan Pulau Semau, Kabupaten Kupang, NTT. (Istimewa).
Pulau Semau -

Tumpahan oli yang mencemari sejumlah desa di Pulau Semau, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), diperkirakan mencapai 5-6 ton. Pencemaran tersebut berdampak pada sejumlah wilayah, yakni Desa Huilelot, Onansila, Letbaun, Uiasa, Hansisi, Uitiuh Ana, Akle, dan Desa Naikean.

"Hingga saat ini, sekitar lima hingga enam ton tumpahan minyak telah berhasil diamankan dari area terdampak," ujar Direktur Polairud Polda NTT, Kombes Irwan Deffi Nasution, melansir detikBali, Minggu (2/8/2026).

Irwan mengatakan, jumlah tumpahan oli tersebut diketahui setelah aparat kepolisian bersama para petani rumput laut melakukan pembersihan di kawasan pesisir selama beberapa hari terakhir. Pembersihan difokuskan di wilayah Hansisi, Pelabuhan Ferry Semau, Pelabuhan Rakyat Semau, Hansisi Oesemuk, Lalendo, hingga Pulau Kambing.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini, Ditpolairud Polda NTT terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Semau, Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN), Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), serta sejumlah instansi terkait untuk memastikan penanganan pencemaran berlangsung secara optimal.

Di sisi lain, penyisiran melalui jalur laut maupun darat juga masih dilakukan guna memantau kemungkinan penyebaran minyak ke wilayah pesisir lainnya.

ADVERTISEMENT

"Kami bersama instansi terkait akan terus melakukan pengawasan dan pemantauan di lapangan. Penyisiran lanjutan akan dilakukan pada titik-titik pesisir yang berpotensi terdampak guna memastikan proses pembersihan berjalan efektif," jelas Irwan.

Irwan menuturkan, kontraktor hingga kini masih melakukan investigasi teknis guna memastikan sumber kebocoran Marine Fuel Oil (MFO). Bersamaan dengan itu, proses mitigasi dan pembersihan tetap dilanjutkan untuk menekan dampak terhadap lingkungan.

Dalam upaya penanganan bangkai kapal, PT Nusantara Salvage Indonesia yang bertugas mengangkat bangkai kapal telah menambah armada operasional dari semula dua menjadi empat unit perahu.

Selain memperbanyak armada, tim juga memasang oil boom, menggunakan oil absorbent pads, menyemprotkan oil dispersant, serta menyedot minyak yang terperangkap di sekitar lokasi pencemaran.

"Saya pastikan akan terus mengawal proses penanganan kejadian tersebut hingga kondisi perairan kembali normal dan aman bagi masyarakat maupun ekosistem laut di kawasan Semau," tegas Irwan.

Dirpolairud Polda NTT turut mengimbau masyarakat pesisir agar tetap tenang dan segera melapor kepada petugas apabila menemukan sisa-sisa tumpahan minyak di pantai maupun perairan sekitar.

"Segera laporkan agar segera dilakukan penanganan berupa pembersihan," pungkas Irwan.

Sebelumnya, Ditpolairud Polda NTT mengungkapkan bahwa tumpahan oli yang mencemari perairan Pulau Semau, Kabupaten Kupang, berasal dari bangkai kapal KM Kuala Emas. Polisi juga telah mengumpulkan bahan keterangan (pulbaket) untuk menyelidiki dampak pencemaran yang terjadi di kawasan tersebut.



(afb/afb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads