Bakso menjadi salah satu kuliner favorit masyarakat Indonesia yang mudah ditemukan dari gerobak kaki lima hingga restoran modern. Kuah kaldu yang gurih, tekstur daging yang kenyal, serta perpaduan mi dan pelengkap lainnya membuat makanan ini begitu melekat dalam budaya kuliner Tanah Air.
Namun, siapa sangka, perjalanan bakso hingga menjadi makanan populer di Indonesia ternyata memiliki sejarah panjang dari luar negeri. Jejak asal-usul bakso membawa pengaruh budaya dan tradisi kuliner Tionghoa yang kemudian beradaptasi dengan cita rasa lokal Indonesia.
Proses akulturasi inilah yang membuat bakso memiliki karakter khas seperti yang dikenal saat ini. Lantas, bagaimana perjalanan makanan berbentuk bulat ini hingga menjadi ikon kuliner Indonesia?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fakta Tentang Asal Usul Bakso di Indonesia
1. Berasal dari Kuliner Tiongkok
Bakso diyakini berasal dari tradisi kuliner Tiongkok yang telah berkembang sejak lama. Hidangan serupa dikenal sebagai bola daging atau meatball.
Nama bakso juga berasal dari dialek Hokkien. Kata 'bak' berarti daging, sedangkan 'so' merujuk pada daging yang digiling halus.
Saat dibawa para perantau Tionghoa ke Nusantara, resepnya ikut berkembang. Bahan dan cara penyajiannya kemudian menyesuaikan selera masyarakat setempat.
2. Legenda Ming Bo dalam Sajian Bakso
Sejarah bakso juga lekat dengan kisah Ming Bo yang cukup populer di Tiongkok pada abad ke-17.
Dikisahkan seorang anak bernama Ming Bo ingin menyenangkan ibunya yang sudah lanjut usia dan tidak mampu mengunyah daging.
Ia kemudian menggiling daging hingga sangat halus, membentuknya menjadi bola-bola, lalu merebusnya agar mudah dimakan.
3. Dibawa ke Indonesia Perantau
Bakso diperkirakan masuk ke Indonesia bersama para pedagang dan perantau Tionghoa. Jalur perdagangan membuat kuliner ini cepat dikenal masyarakat.
Awalnya bakso dibuat menggunakan daging babi seperti di daerah asalnya. Namun resep itu berubah setelah berkembang di Indonesia.
Mayoritas masyarakat Indonesia beragama Islam sehingga bahan bakunya berganti. Daging sapi, ayam, ikan, hingga kerbau kemudian lebih banyak digunakan.
4. Berubah jadi Kuliner Nusantara
Seiring waktu, bakso tidak lagi hanya dikenal sebagai makanan khas Tiongkok. Hidangan ini tumbuh menjadi bagian dari kuliner Indonesia.
Banyak daerah menghadirkan versi bakso dengan ciri khas masing-masing. Hal itu membuat ragam bakso di Indonesia semakin beragam.
Kini muncul aneka kreasi seperti bakso isi telur, bakso mercon, hingga bakso beranak. Beberapa bakso yang terkenal di Indonesia misalnya seperti bakso Wonogiri, bakso Solo, dan bakso Malang.
5. Makin Populer Melalui Pedagang Bakso
Popularitas bakso juga tidak lepas dari peran para pedagang keliling. Mereka mengenalkan hidangan ini ke berbagai daerah di Indonesia.
Banyak pedagang bakso berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Daerah seperti Solo, Wonogiri, dan Malang dikenal memiliki tradisi berdagang bakso.
Melalui tradisi merantau, usaha bakso terus berkembang dari waktu ke waktu. Kini hampir setiap kota memiliki pedagang bakso dengan cita rasa khas.
Simak Video "Video: Kasus Tukang Bakso Diculik Konsumen di Tasik, Dua Pihak Saling Lapor"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)
