Mendengkur saat tidur, bagi kebanyakan orang dianggap merupakan hal wajar, bahkan ngorok dinilai sebagai tanda dari tidur nyenyak. Padahal anggapan tersebut tidak selalu benar.
Kebiasaan ngorok, dalam beberapa kasus, justru bisa menjadi sinyal adanya gangguan kesehatan jika disertai tanda-tanda tertentu.
Dilansir detikHealth, dokter spesialis kesehatan tidur dr Andreas Prasadja, RPSGT mengatakan salah satu masalah kesehatan yang bisa dilihat ketika mendengkur adalah henti napas yang bisa berujung pada kematian karena serangan jantung saat tidur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang bahaya itu saat 'leep' (ngorok berhenti mendadak, red), tercekik. Jadi henti napas saat tidurnya itu saluran napasnya tercekik. Itu setelah beberapa detik, sesak, terbangun tanpa terjaga," kata dr Andreas di acara detikSore, Senin (27/7/2026).
"Penderitanya nggak sadar, tapi oksigen sudah turun, kerja jantung berat dan ke mana-mana tuh," sambungnya.
Dalam kondisi ini, menurut dr Andreas, mungkin pengidapnya tidak merasakan apa-apa. Namun, saat terbangun dari tidur, dia akan merasa tidak segar dan gampang ngantuk.
"Namun, pada orang-orang muda nih, gejala ini masih tertutupi. Kafein, iya kan? Jadi ada satu penelitian yang mengatakan penyakit jantung dan pembuluh darah itu risikonya akan tinggi sekali pada orang yang ngopi lebih dari enam cangkir sehari," kata dr Andreas.
"Tapi kalau dari kami, bukan enam cangkirnya, bukan kafeinnya. Ya kenapa juga orang ini bisa enam cangkir kan. Artinya dia hipersomnia, dia ngantuk," sambungnya.
Untuk mengatasi masalah ini bisa dilakukan dengan pemeriksaan tidur, yakni sleep test atau sleep study. Jadi saat tidur, pasien akan dipasang alat sensor untuk kemudian hasilnya dianalisis.
"Kita lihat dulu berapa henti napas setiap jamnya, saturasi oksigen turun seberapa jauh, kerja jantungnya gimana. Baru kami bisa melakukan perawatan," katanya.
Artikel ini telah tayang di detikHealth, baca selengkapnya di sini
