Anggota DPRD Sumut Gusmiyadi ikut menyoroti tudingan yang menyebut Gubernur Sumut Bobby Nasution arogan karena meninggalkan Rapat Paripurna DPRD Sumut. Menurutnya, pernyataan itu kontraproduktif.
"Bahasa-bahasa arogan yang disematkan kepada Gubernur merupakan pola komunikasi yang kontraproduktif dan tidak perlu terjadi. Apalagi dua lembaga itu memiliki kemitraan strategis bagi kepentingan rakyat," ujar Gusmiyadi saat diwawancarai di DPRD Sumut, Kamis (30/72026).
Gusmiyadi kemudian menilai setiap lembaga perlu melakukan evaluasi terhadap lembaganya masing-masing. Menurutnya, setiap lembaga harus mengevaluasi diri sendiri apakah sudah layak menjadi contoh bagi masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemauan untuk melakukan otokritik di setiap lembaga hari ini wajib untuk dilakukan. Apalagi kalau ditarik lebih jauh pada hal yang lebih pribadi, apakah kita ini sudah layak menjadi teladan untuk rakyat? Pasti menjawabnya lebih repot lagi," ucapnya.
Anggota DPRD dari daerah pemilihan wilayah Siantar-Simalungun ini menekankan pentingnya mengedepankan sikap positif yang dilakukan setiap lembaga. Dia juga menekankan agar setiap orang mengedepankan kepentingan rakyat daripada kepentingan pribadi.
"Sikap-sikap positif penting sekali untuk terus dikembangkan sebagai langkah kolaboratif di Sumatera Utara. Pastikan tidak ada kepentingan lain di luar kepentingan rakyat," ungkapnya.
Untuk diketahui, pernyataan Gubsu Bobby Nasution arogan itu dilayangkan Wakil Ketua DPRD Sumut Ricky Antoni. Menurut Ricky, pernyataan itu adalah sikap partainya yakni Partai NasDem.
"Itu pandangan partai dan saya sebagai Wakil Ketua Partai NasDem Sumut yang juga pimpinan DPRD tentu menyampaikan pandangan partai, dan besok di paripurna akan ada pandangan fraksi terkait hal yang sama," ucap Ricky, Rabu (29/7).
