Enam korban ledakan Kapal Aceh Hebat (AH) 2 sudah diperbolehkan pulang dari Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh dan menjalani rawat jalan. Sementara lima taruna masih dalam perawatan.
"Pasien yang sudah rawat jalan ada 6 orang, sudah mulai kontrol di poliklinik," kata Kepala Bidang Humas RSUDZA Rahmadi saat dimintai konfirmasi detikSumut, Rabu (29/7/2026).
Menurutnya, saat ini empat orang dirawat di Ruang Raudhah 7. Mereka adalah Reyhan Gunawan, Adit Mursandi, Ridho Ramadhani Saputra dan Samuel Alvaro Aruan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara taruna bernama Iqbal Diansyah menjalani perawatan di Ruang Agsha 1. Kondisi Iqbal disebut baik dan stabil.
"3 orang direncanakan akan dipulangkan minggu ini, dan kontrol di poliklinik," jelas Rahmadi.
Diketahui, insiden ledakan Kapal AH 2 terjadi saat kapal bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh setelah berlayar dari Sabang, Jumat (12/6). Ketika penumpang dan kendaraan sudah turun, 16 taruna Poltekpel diminta masuk ke dalam.
14 taruna berada di ruang mesin dan dua lainnya berada di atas kapal. Mereka mengikuti praktek dengan instruktur Kepala Kamar Mesin (KKM) Agus Widodo (47).
"Ketika itu KKM kapal merupakan instruktur dari Poltekpel jadi bawa anak-anak ngajar untuk mengenal mesin yang ada di kapal. Di saat itulah terjadi insiden itu," kata Kepala Kantor KSOP Malahayati Amfami kepada wartawan di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh.
Ledakan terdengar sekitar pukul 11.13 WIB. Menurutnya, ledakan terjadi pada salah satu pompa yang ada di ruang mesin. Akibatnya 14 taruna Poltekpel Malahayati dan kepala kamar mesin kapal mengalami luka bakar.
Ke-15 korban dirawat di RSUDZA. Namun empat taruna meninggal dunia dalam perawatan.
(agse/nkm)
