Peresmian Rumah Inspirasi CT Arsa Foundation di Aceh Tamiang bukan hanya sekadar seremonial namun jadi ruang nostalgia. Suasana meriah langsung berubah haru saat Anita memanggil sejumlah pemuda ke depan panggung.
Mereka bukanlah tamu biasa. Puluhan tahun lalu, sejumlah pemuda ini merupakan korban tsunami Aceh para tahun 2024. Ketua Yayasan CT Arsa Foundation Anita Ratna Sari Tanjung memandang satu per satu pemuda yang kini telah tumbuh dewasa.
Anita mengenang kondisi pascatsunami melululantakkan Aceh, CT Arsa Foundation membawa ratusan anak ke Rumah Anak Madani di Deli Serdang yang sekarang menjadi. Keputusan itu diambil agar anak-anak tersebut dapat terus menimba ilmu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Waktu tsunami menghantam Aceh, itu teringat lagi pada waktu itu kurang lebih 600 anak kita bawa ke Deli Serdang agar tidak trauma. Dan Alhamdulillah mereka berada di Asrama Rumah Anak Madani namanya, yang sekarang sudah menjadi SMA Unggulan CT Arsa Foundation," jelasnya, Selasa (28/7/2026).
"Nah, 2005 dan setelah mereka lulus, dipertemukanlah kami di sini. Jadi saya bahagia sekali pada hari ini," lanjutnya.
Tak hanya Anita, sapaan akrabnya yang ikut merasakan kerinduan namun juga para pemuda yang merasakan haru bertemu dengan wanita yang disapa bunda ini.
Virzha, alumni Rumah Anak Madani (RAM) ini kini mengabdikan dirinya sebagai guru di Aceh. Ia mengenang dirinya saat awal meninggalkan Aceh turut membawa harapannya.
"Kami sangat kecil saat itu bahkan mempertaruhkan harapan keluarga tapi dengan doa dan niat, Alhamdulillah kami bisa menjadi sukses berkat adanya RAM dan CT Arsa sehingga kami bisa sukses dengan versi kami masing-masing," ujar Virzha.
Tak hanya itu, Virzha menyebut dirinya sempat terkejut saat awal menginjakkan kaki ke Rumah Anak Madani. Namun begitu, lingkungan asrama yang menyenangkan membuatnya hanya membutuhkan waktu sebentar untuk beradaptasi.
"Awalnya kami sangat terkejut, bahkan kami belum bisa beradaptasi dengan pendidikan atau yang ada di Deli Serdang. Tapi lambat laun dengan dukungan semua pendidik yang ada di sana, Abi dan Umi di RAM, Alhamdulillah kami bisa melaluinya melalui pendidikannya dengan baik dan kami bisa menyelesaikan dan menyesuaikannya," jelas Virzha.
"Bahkan Alhamdulillah sekali juga kami bisa berprestasi dan bisa bersaing dengan teman-teman yang ada di Deli Serdang," lanjutnya.
Virzha juga mengenang momen menyenangkan saat tinggal di RAM sejak tahun 2005-2010. Selama masa itu, ia pun menyebutkan masa-masa indah saat tinggal di asrama.
"Paling seru pas di asrama itu cross country, kita napak tilas keliling asmara. Seru kali karena kekeluargaan kita sangat terasa," ucapnya.
Simak Video "Video: Seluruh Siswa SMA Unggulan CT Arsa Sukoharjo Lulus, 3 Diterima di LN"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)
