Dunia sastra internasional diselimuti duka mendalam. Penulis novel misteri ternama asal Jepang, Keigo Higashino, dilaporkan meninggal dunia pada usia 68 tahun akibat kanker kolorektal atau kanker usus besar (colon cancer).
Kabar duka ini disampaikan secara resmi melalui akun X (Twitter) pribadinya yang dioperasikan oleh 7 penerbit besar yang menaungi karya-karyanya pada Senin, 27 Juli 2026. Higashino menghembuskan napas terakhirnya pada Kamis, 23 Juli 2026 pagi, dan prosesi pemakaman telah dilangsungkan secara tertutup.
"Penulis Keigo Higashino telah berpulang pada dini hari tanggal 23 Juli. Dengan ini kami menyampaikan kabar dan duka cita kami yang mendalam," tulis pernyataan resmi yang dikutip dari akun X @higashinokeigo_ pada Selasa (28/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melalui unggahan tersebut, diungkapkan pula bahwa mendiang telah menerbitkan total 106 buku (di luar karya kolaborasi) sejak novel debutnya After School (Hokago) terbit pada September 1985. Karya terbarunya yang bertajuk Eternal Memories (Eien no Kiroku) dijadwalkan terbit secara anumerta pada 5 Agustus 2026 mendatang.
Mengenang Keigo Higashino dan Gaya Penulisan Khasnya
Lahir di Osaka pada tahun 1958, Keigo Higashino dikenal sebagai maestro novel misteri dengan gaya penceritaan yang tenang, cerdas, serta kaya akan lapisan psikologis. Latar belakang pendidikannya di bidang teknik berpengaruh besar pada caranya membangun alur cerita: rapi, sangat logis, namun kerap menyuguhkan kejutan tak terduga (plot twist).
Salah satu mahakaryanya yang paling fenomenal di tingkat global adalah The Devotion of Suspect X (Kesetiaan Mr. X), yang sukses meraih Penghargaan Naoki serta Penghargaan Misteri Honkaku pada tahun 2006.
Bagi detikers yang ingin mengenang dan menikmati kejeniusan alur cerita karya Keigo Higashino, berikut adalah 8 rekomendasi novelnya yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia:
8 Rekomendasi Novel Terbaik Keigo Higashino Versi Bahasa Indonesia
1. Dosa Malaikat (Salvation of a Saint)
Novel ini berpusat pada penyelidikan kasus kematian seorang pria yang tampak mustahil dilakukan oleh istrinya sendiri karena sang istri memiliki alibi yang sempurna. Mengikuti gaya investigasi Detektif Kusanagi, novel ini menyajikan pembunuhan yang "tidak mungkin terjadi" dengan permainan alur logis yang sangat elegan dan memuaskan.
2. Kesetiaan Mr. X (The Devotion of Suspect X)
Meskipun identitas pelaku dibuka sejak awal, kekuatan novel ini terletak pada duel intelektual antara ilmuwan fisika dan matematikawan jenius. Higashino memadukan logika kejahatan dengan pengorbanan emosional yang menyentuh hati, mempertanyakan seberapa jauh seseorang sanggup berkorban atas nama cinta.
3. Catatan Pembunuhan Sang Novelis (Malice)
Berawal dari pembunuhan penulis terkenal dengan tersangka utama sahabatnya sendiri, cerita ini disajikan lewat sudut pandang yang manipulatif dan penuh kebohongan. Salah satu novel paling gelap secara psikologis ini mengajak pembaca terus mempertanyakan kebenaran di balik rekayasa motif.
4. Pembunuhan di Nihonbashi (The Newcomer)
Mengikuti Detektif Kaga yang menyelidiki kematian seorang wanita tua di kawasan Nihonbashi. Gaya penceritaannya hangat dan observasional, di mana misteri terungkap melalui potongan kisah kehidupan warga sekitar yang menyimpan rahasia masing-masing.
5. Angsa dan Kelelawar (The Swan and the Bat)
Mengisahkan dua kasus pembunuhan berbeda rentang waktu puluhan tahun yang rupanya terhubung oleh benang merah mengejutkan. Novel ini menyajikan refleksi melankolis tentang keadilan, rasa bersalah, dan dampak kejahatan yang diwariskan lintas generasi.
6. Black Snowman & Pembunuhan di Kota Tak Bernama
Menghadirkan atmosfer misteri yang muram dan sunyi di kota kecil. Higashino dengan mahir membangun ketegangan lewat trauma masa lalu, rahasia identitas yang kabur, serta tekanan psikologis para karakternya.
7. Keajaiban Toko Kelontong Namiya (The Miracles of the Namiya General Store)
Berbeda dari kisah kriminalnya, buku ini menceritakan tiga pemuda yang menemukan toko kelontong tua yang dapat menjawab surat dari masa lalu. Sarat akan empati, novel ini menyentuh sisi kemanusiaan tentang pilihan hidup, penyesalan, dan harapan.
8. Tragedi Pedang Keadilan
Novel yang menelaah konflik moral dan filosofis tentang batas tipis antara keadilan personal, rasa dendam, serta konsekuensi dari pilihan ekstrem ketika hukum formal dinilai gagal memberikan jawaban.
Delapan rekomendasi novel di atas menjadi bukti kejeniusan Keigo Higashino dalam menguji logika sekaligus mengaduk perasaan para pembacanya. Selamat membaca dan mengenang karya-karya legendaris sang maestro, detikers!
