Ketua DPW NasDem Sumut Iskandar memperkenalkan istilah Suryapalohisme yang merupakan gambaran dari nilai-nilai kehidupan Ketua Umum NasDem, Surya Paloh. Suryapalohisem disebut Iskandar adalah oase untuk negeri.
Istilah itu dipopulerkan Iskandar lewat buku yang ditulisnya berjudul "Menelusuri Jejak Pengabdian dan Lahirnya Suryapalohisme". Buku ini diluncurkan untuk memperingati ulang tahun ke-75 Surya Paloh.
"Saya mengalami pengalaman empiris bersama Bapak (Surya Paloh), dimana saya mendengar, melihat, merasakan pikiran, ucapan dan perbuatan Bapak yang terus konsisten. Hal ini lah yang menggerakkan hati saya, untuk menuliskan buku ini kepada Bapak sebagai hadiah. Bukan saja sebagai hadiah ulang tahun, tetapi hadiah untuk seluruh masyarakat Indonesia," kata Iskandar saat meluncurkan buku di Medan, Jumat (24/7/2026) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iskandar menyebut buku ini ditulisnya berdasarkan pengalamannya belasan tahun bersama Surya Paloh. Menurut Iskandar, dalam perjalanan kehidupannya Surya Paloh konsisten berbuat untuk kepentingan negara.
"Sewajarnya di usai beliau yang ke-75 tahun, beliau menikmati sisa hidupnya. Tapi sampai detik ini saya terus mendengar, saya terus melihat, dan saya terus merasakan kegelisahan beliau terhadap negeri," ungkapnya.
Istilah yang dipopulerkannya ini, sebut Iskandar bukan untuk menggantikan ideologi kebangsaan. Namun, dapat menjadi pembelajaran bagi kader NasDem ataupun masyarakat umum tentang cara bernegara yang baik.
"Suryapalohisme lahir bukan sekedar menambah paham atau menggantikan ideologi kebangsaan yang ada. Tapi, Suryapalohisme adalah kerangka nilai yang hidup dalam kehidupan kebangsaan kita," ungkapnya.
Iskandar kemudian menyinggung soal Indonesia yang kaya raya dan makmur menjadi cita-cita pendiri negara. Namun kenyataan yang terjadi tidak sesuai dengan cita-cita itu sehingga diperlukan pemikiran membangun bangsa seperti yang dilakukan Surya Paloh.
"Untuk itu Suryapalohisme adalah oase bagi negeri. Pemikiran Pak Surya Paloh yang saya rangkum dalam buku ini memiliki empat pilar. Yang pertama adalah restorasi nilai, yang kedua adalah nasionalisme inklusif, yang ketiga adalah integritas moral, yang keempat adalah idealisme adaktif," jelasnya.
Ketua Umum NasDem, Surya Paloh, yang hadir saat peluncuran buku mengaku tersanjung dan terharu dengan buku yang diluncurkan Iskandar.
"Malam hari ini sejujurnya saya merasa amat tersanjung. Sedikit emosional untuk diri saya, mungkin karena usia sudah 75 tahun," sebut Paloh.
Paloh juga berterimakasih ke Iskandar yang menuliskan buku untuknya. Hadiah yang diberikan Iskandar ini disebut Paloh sebagai kejutan yang luar biasa di ulang tahunnya.
