Sama-Sama Pagi, Apa Beda Salat Dhuha dan Salat Syuruq? Simak Penjelasannya

Sama-Sama Pagi, Apa Beda Salat Dhuha dan Salat Syuruq? Simak Penjelasannya

Aisyah Luthfi - detikSumut
Rabu, 22 Jul 2026 07:01 WIB
Ilustrasi salat (sholat).
Ilustrasi sholat (Foto: Getty Images/CihatDeniz)
Medan -

Mengawali hari dengan ibadah sunnah menjadi dambaan setiap muslim untuk menjemput keberkahan. Salat Dhuha dan salat Syuruq (atau yang sering disebut salat Isyraq) menjadi dua amalan yang dianjurkan dilakukan pada pagi hari.

Namun, karena waktu pelaksanaannya yang saling berdekatan, banyak umat muslim yang kerap tertukar atau menganggap keduanya adalah salat yang sama. Padahal, secara terminologi fikh hingga keutamaannya, keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan.

Melansir laman NU Online, kata "Isyraq" sendiri secara bahasa berarti terbit. Dalam Al-Qur'an surat Shad ayat 18, Allah SWT berfirman mengenai waktu tasbih yang berkaitan dengan waktu tersebut:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

إِنَّا سَخَّرْنَا الْجِبَالَ مَعَهُ يُسَبِّحْنَ بِالْعَشِيِّ وَالْإِشْرَاقِ

Artinya: "Sungguh kami telah menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Nabi Daud) pada waktu petang dan pagi." (QS. Shad: 18).

ADVERTISEMENT

Agar tidak keliru dalam niat dan pelaksanaannya, yuk simak perbedaan mendasar antara salat Dhuha dan salat Syuruq yang detikSumut rangkum berikut ini!

Perbedaan Utama Salat Dhuha dan Salat Syuruq

1. Waktu Pelaksanaan

Salat Syuruq

Dilaksanakan segera setelah matahari terbit, yakni saat matahari berada di ketinggian sekitar satu tombak. Rentang waktunya relatif singkat, yakni sekitar 15 hingga 30 menit setelah matahari terbit. Salat ini biasanya dilakukan setelah seseorang berdiam diri (berdzikir) di masjid usai salat Subuh berjamaah.

Salat Dhuha

Memiliki rentang waktu yang lebih panjang, yakni dimulai sekitar 15-20 menit setelah matahari terbit hingga 10 menit sebelum masuk waktu Zuhur. Waktu paling utama (afdhal) untuk Dhuha adalah saat matahari sudah meninggi dan mulai terasa panas, yaitu sekitar pukul 09.00 atau 10.00 pagi.

2. Jumlah Rakaat

Salat Syuruq

Umumnya dikerjakan sebanyak 2 rakaat saja. Sebagian ulama memandang salat Syuruq sebagai salat Dhuha yang dikerjakan di awal waktu, namun memiliki keistimewaan tersendiri jika dilakukan tepat setelah matahari terbit.

Salat Dhuha

Bersifat lebih fleksibel, yakni minimal 2 rakaat dan maksimal hingga 12 rakaat, bergantung pada kemampuan dan kebiasaan masing-masing individu.

3. Keutamaan

Salat Syuruq

Memiliki keutamaan yang luar biasa, hal tersebut diriwayatkan oleh Anas bin Malik RA, di mana Rasulullah SAW bersabda:

"Barangsiapa yang salat Subuh berjamaah kemudian duduk berzikir kepada Allah sampai matahari terbit, lalu dilanjutkan dengan salat dua rakaat, maka baginya pahala seperti haji dan umrah secara sempurna, sempurna, dan sempurna." (HR Tirmidzi; dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albani).

Salat Dhuha

Sangat dianjurkan sebagai wasilah untuk kelancaran rezeki, pelepasan beban hidup, serta penghapus dosa.

Sejarah Penamaan dan Hadits Terkait

Istilah salat Isyraq atau Syuruq pertama kali dikenalkan oleh ulama besar Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali. Penamaan ini merujuk pada hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi mengenai kebiasaan Rasulullah SAW:

كان إذا أشرقت وارتفعت قام وصلى ركعتين وإذا انبسطت الشمس وكانت في ربع النهار من جانب المشرق صلى أربعا

Artinya: "Rasulullah SAW berdiri untuk shalat dua rakaat ketika matahari terbit (Syuruq/Isyraq) dan ketika matahari mulai menjulang tinggi dari arah timur, yaitu saat seperempat siang, Rasulullah SAW kembali melakukan shalat empat rakaat (Dhuha)." (HR. Tirmidzi).

Niat Salat Syuruq dan Salat Dhuha

Mengutip buku "Raih Pahala Haji dan Umrah Setiap Hari" karya Muhammad Andhyka Afrianto, berikut adalah lafal niat salat Syuruq dua rakaat lengkap dengan teks Arab, latin, dan artinya:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ اْلِإشْرَاقِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatal Isyraqi rak'ataini mustaqbilal qiblati lillâhi ta'âlâ.

Artinya: "Aku berniat sholat Isyraq (Syuruq) dua rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah ta'ala."

Bagi detikers yang hendak menunaikan salat Dhuha, berikut adalah lafal bacaan niat salat Dhuha dua rakaat lengkap dalam teks Arab, latin, dan terjemahannya:

اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatadh dhuhaa rak'ataini lillâhi ta'âlâ.

Artinya: "Aku niat salat sunnah Dhuha dua rakaat, karena Allah Ta'ala."

Kesimpulannya, perbedaan utama antara salat Dhuha dan salat Syuruq terletak pada waktu pelaksanaan dan keutamaan spesifiknya. Salat Syuruq memiliki keistimewaan besar jika dilakukan tepat setelah matahari terbit sebagai penutup rangkaian dzikir Subuh, sementara salat Dhuha menawarkan fleksibilitas waktu yang lebih panjang untuk meraih keberkahan sepanjang pagi hingga menjelang siang.

Keduanya merupakan ibadah sunnah yang sangat mulia. Semoga informasi ini membantu detikers untuk lebih memahami dan semakin semangat dalam merutinkan ibadah di pagi hari, ya!



(afb/afb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads