Ledakan Rumah Mewah di Medan, 1 Sopir Tertimpa Batu-Langsung Dievakuasi

Ledakan Rumah Mewah di Medan, 1 Sopir Tertimpa Batu-Langsung Dievakuasi

Finta Rahyuni - detikSumut
Selasa, 21 Jul 2026 17:19 WIB
Foto udara petugas mengoperasikan alat berat saat melakukan pencarian korban ledakan di Komplek Grand Polonia, Medan, Sumatera Utara, Selasa (21/7/2026). Berdasarkan data dari Basarnas Medan, akibat ledakan  yang diduga dari pipa gas tersebut satu orang meninggal dunia dan empat orang luka ringan serta dua orang belum ditemukan. ANTARA FOTO/Yudi Manar/YU
Penampakan rumah yang meledak di Medan (Foto: ANTARA FOTO/Yudi Manar)
Medan -

Ledakan yang terjadi di perumahan Grand Polonia, Medan, membuat seorang sopir mobil yang kebetulan melintas di lokasi kejadian terjepit batu. Warga yang ada di sekitar lokasi langsung mengevakuasi sopir tersebut.

Saksi mata, Danu, mengatakan saat kejadian dia sedang bekerja di salah satu rumah dekat lokasi. Sebelum kejadian, ia melihat cahaya putih dan tak lama setelah itu, terdengar suara ledakan.

"Hitungan per detik ada cahaya putih terus langsung muncul ledakan," kata Danu saat diwawancarai, Selasa (21/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mendengar ledakan tersebut, Danu keluar dari tempatnya bekerja. Saat itulah Danu melihat ada seorang sopir yang tengah berada di dalam mobil berteriak meminta tolong.

ADVERTISEMENT

Dia bilang sopir tersebut tengah melintas dan tertimpa material bangunan usai terjadinya ledakan. "Ada sopir yang melintas di situ, dia minta tolong," jelasnya.

Pria berusia 43 tahun itu pun langsung berlari ke depan rumah yang meledak itu untuk mengevakuasi sopir yang terjepit usai mobil tertimpa material bangunan. Danu mengaku kondisi sopir itu tidak parah.

"Kondisinya stabil cuman dia (sopir) ketimpa batu, terjepit," kata Danu.

Saat membantu sopir itu, Danu juga sempat mendengar adanya suara teriakan perempuan yang meminta tolong. Namun, sependengarannya teriakan itu hanya sebentar.

Selain itu, Danu juga sempat melihat ada anak kecil yang berlumuran darat di lantai atas. Danu pon sontak meminta bantuan tukang bangunan yang ada di lokasi untuk mengevakuasi bayi itu.

"Ada di atas itu teriakan saat saya mengevakuasi sopir, saya lihat di atas itu ada anak bayi, belumuran darah. Makanya saya minta tolong ke tukang bangunan. Ada yang bilang 'tolong' gitu, ada suara perempuan juga, nggak lama (teriakan)," sebutnya.



(astj/astj)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads