Harimau Nyaris Terkam Pelangsir Sawit di Siak, Selamat Setelah Tancap Gas Motor

Riau

Harimau Nyaris Terkam Pelangsir Sawit di Siak, Selamat Setelah Tancap Gas Motor

Raja Adil Siregar - detikSumut
Selasa, 21 Jul 2026 15:20 WIB
Lokasi kemunculan harimau di Desa Mengkapan, Siak, Riau.
Foto: Lokasi kemunculan harimau di Desa Mengkapan, Siak, Riau. (dok. BBKSDA Riau)
Siak -

Agus, seorang pelangsir sawit di Desa Mengkapan, Siak, Riau, hampir saja jadi santapan harimau. Agus berhasil lolos dari terkaman harimau saat jalan melangsir buah sawit.

Korban awalnya sedang melangsir sawit di kebun milik Ahmad Rokani. Saat melintas, harimau tiba-tiba menerkam dari belakang dan mencakar keranjang bermuatan sawit.

"Korban langsung tancap gas selamatkan diri. Harimau ini melompat ke kendaraan dan mencakar keranjang," ujar Kepala BBKSDA Riau, Supartono kepada wartawan, Selasa (21/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agus akhirnya selamat setelah tancap gas di tengah kebun sawit. Agus pun langsung melaporkan kejadian tersebut ke BBKSDA Riau.

Hasil identifikasi petugas BBKSDA Riau di lapangan, harimau ternyata sudah pernah muncul di KM 4 Desa Mangkapan. Hanya saja, harimau kembali masuk ke kawasan seberang parit.

ADVERTISEMENT

"Kami menerima laporan dugaan interaksi negatif antara harimau sumatera dengan seorang warga yang terjadi 14 Juli dan 18 Juli," kata Supartono.

Saksi-saksi juga mengatakan bahwa saat pertemuan, harimau itu tak menunjukkan perilaku agresif. Terutama saat kendaraan maupun pengendaranya melintas.

"Tim sudah melakukan pengecekan di lokasi, tetapi tidak menemukan jejak maupun tanda-tanda keberadaan dari harimau sumatera," kata Supartono lagi.

Menurut keterangan warga setempat, kemunculan harimau di kawasan tersebut bukanlah kejadian baru. Beberapa kali warga pernah melihat harimau melintas di sekitar lokasi, namun tidak menyerang masyarakat.

Menyikapi harimau yang dilaporkan sering terlihat oleh warga, BBKSDA Riau kini terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, pemerintah desa, dan pihak terkait untuk melakukan pemantauan secara intensif. Termasuk melaksanakan langkah-langkah mitigasi konflik satwa liar guna mencegah kejadian serupa dan menjaga keselamatan masyarakat.

"Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, menghindari aktivitas seorang diri di kawasan yang diduga menjadi lintasan satwa liar, terutama pada sore hingga malam hari," ucap Supartono.



(ras/mjy)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads