Ledakan hebat terjadi di salah satu perumahan elite di Grand Polonia, Kecamatan Polonia, Medan. Suara saat ledakan ini juga sangat kencang.
Peristiwa itu terjadi pada Senin (20/7/2026) sekira pukul 16.30 WIB. Rumah mewah nomor 3B yang menjadi sumber ledakan itu hancur. Materialnya bangunannya roboh dan berserakan di tanah. Selain itu, ada sejumlah rumah lainnya yang juga terdampak.
Berikut detikSumut rangkum lima fakta terkait kejadian ini:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Saksi Dengar Suara Ledakan Keras
Seorang tukang bangunan bernama Ali mengatakan saat kejadian itu, dia sedang bekerja di salah satu rumah yang berada di samping rumah yang meledak. Lalu, tiba tiba Ali dan teman-temannya mendengar suara ledakan yang sangat keras.
"Saya lagi pasang keramik. Tiba-tiba dengan suara, suaranya dahsyat, getarannya kencang lah," kata Ali.
Sontak Ali dan teman-temannya berlari keluar gedung. Ali mengaku kaget meligat salah satu rumah yang menjadi sumber ledakan itu sudah hancur.
2. Diduga dari Kebocoran Pipa Gas
Polisi pun menyelidiki soal penyebab ledakan itu. Dugaan sementara, ledakan itu dipicu kebocoran pipa gas.
"Hasil investigasi awal adanya kebocoran dari pipa gas tanam atau pipa gas bawah tanam," kata Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak saat diwawancarai di lokasi.
3. Sejumlah Orang Jadi Korban, 2 Masih Hilang
Ada sejumlah orang yang menjadi korban dalam peristiwa itu. Data awal pihak kepolisian, ada enam orang yang diduga berada di dalam rumah itu.
Sementara empat orang lainnya diduga masih berada di dalam rumah. Dua di antaranya selamat dan ada diduga 4 orang lainnya yang masih terjebak di reruntuhan bangunan. Data ini masih data awal pihak kepolisian.
"Saat ini, data yang kami dapatkan ada 6 orang yang tinggal di dalam," kata Calvijn.
Namun, data terbaru dari Basarnas, salah satu korban sudah berhasil dievakuasi dari dalam reruntuhan. Kini, ada sekitar 2 orang lagi yang diduga masih tertimbun bangunan.
Calvijn menyebut salah satu korban itu adalah seorang balita. Balita itu dalam keadaan selamat dan tengah menjalani perawatan di rumah sakit.
Dari data Basarnas, balita itu berusia 2 tahun.
"Seorang anak balita sampai saat ini masih dirawat di salah satu rumah sakit," kata Calvijn.
5. 7 Rumah Rusak
Ledakan itu menyebabkan sejumlah rumah rusak. Dari data sementara pihak kepolisian, ada sekitar 7 rumah yang terdampak.
"Sumbernya dari salah satu rumah nomor 3B, tapi terdampak sekitar 6 sampai dengan 7 rumah," kata Kombes Jean Calvijn Simanjuntak.
Calvijn mengatakan rumah yang terdampak itu berada di sekitar rumah yang menjadi sumber ledakan.
Simak Video "Video: Orang Tua Siswa SMAN 72 Ungkap Kondisi Anaknya, Mau Operasi Ketiga"
[Gambas:Video 20detik] (fnr/dhm)
