Warga di Kecamatan Sirombu, Kabupaten Nias Barat, meminta bantuan kapal dan alat tangkap kepada Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution. Bobby berjanji bakal memberikan bantuan tersebut tahun ini.
Momen itu terjadi saat Bobby berdialog dengan warga dalam agenda Sapa Daerah di Kecamatan Sirombu, Sabtu (18/7/2026). Salah satu warga bernama Ahmad Rafi'i Zebua meminta bantuan berupa kapal 5-10 GT dan alat tangkap.
"Kami masyarakat sangat membutuhkan ini Pak, pengadaan kapal motor 5 GT, 10 GT, selanjutnya pengadaan alat tangkap," kata Ahmad Rafi'i Zebua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nias Barat disebut memiliki panjang garis pantai sekitar 100 kilometer dengan jumlah nelayan ratusan orang. Sehingga mereka membutuhkan bantuan kapal dan alat tangkap.
Bobby kemudian menanyakan berapa harga kapal tersebut. Ia mengaku tidak mengetahui harganya.
Rafi'i kemudian mengungkap jika kapal dengan 0,5 GT sebesar Rp 30 juta. Sementara kapal yang mereka minta 5-10 GT dengan harga ratusan juta.
"Itu setiap kapal kalau yang 0,5 GT Rp 30 juta, kalau yang 5 GT itu mencapai Rp 160 juta, 5-10 GT kalau itu ratusan juta," ucapnya.
Sementara alat tangkap yang mereka butuhkan sebanyak 400 set dengan ukuran berbeda-beda. Termasuk juga jaring tenggiri.
"Tambahannya Pak bukan hanya kapal, tapi juga alat tangkap seperti gillnet, 400 set beda-beda jenis gillnetnya mulai dari 2, inch sampai 4 inch, kalau bisa jaring tenggiri sekalian," ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Bobby sempat bertanya ke Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumut, Sabar Jaya Telaumbanua. Bobby kemudian mengatakan jika minimal 5 unit kapal dengan ukuran 5-10 GT bakal diberikan, meskipun menggunakan tambahan uang pribadinya.
"Nanti kita lihat, ya minimal 5 bisalah ya, Pak Kadis kalau uangnya nggak ada pakai uang pribadi saya juga boleh untuk tambah-tambah," kata Bobby Nasution.
Bobby kemudian bertanya ke Sabar apakah bisa memberikan bantuan tersebut di tahun ini. Sabar terlihat mengiyakan dan Bobby menuturkan bantuan bakal diberikan di setelah bulan Agustus 2026.
"Tahun ini bisa Pak ya? Tahun ini langsung, tapi setelah bulan 8 ya, untuk kapal yang 5-10 GT, nanti kalau jumlahnya berapa sama Pak Kadis sama alat tangkap," tuturnya.
