Pembangunan jembatan di Gang Damai, Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Medan Polonia, Medan, akhirnya rampung. Dengan rampungnya pembangunan jembatan, maka warga sekitar yang ingin pergi sekolah tak perlu bertaruh nyawa dengan menyeberangi pipa untuk pergi ke sekoah.
Pantuan detikSumut di lokasi, Sabtu (18/7/2026) terlihat beberapa tukang sedang bekerja dan menyelesaikan pembangunan jembatan tersebut.
Kepala Lingkungan 3 Kelurahan Pangkalan Masyhur, Kecamatan Medan Johor, Deka Hamdani, mengatakan pembangunan jembatan Gang Damai sudah rampung. Proses pembangunan memakan waktu 40 hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jembatan sudah dibangun, alhamdulillah sudah terealisasi. Mulai pembangunannya itu lebih kurang 3 minggu yang lalu dan estimasi pembangunan lebih kurang 40 hari, katanya kemarin," katanya.
"Jembatannya tidak swadaya masyarakat seperti sebelumnya. Kali ini dari Kodam I/BB sepertinya yang membangun," lanjut dia.
Menurut dia, meski pembangunan belum sepenuhnya rampung, warga sekitar sudah diperkenankan untuk melintas. Selain itu, anak sekolah juga sudah tidak melewati pipa untuk pergi ke sekolah
"Untuk sementara kan memang belum diresmikan, hanya warga sekitar itu saja bisa melewati. Cuma belum dibukalah secara resmi, kalaupun dilewati orang-orang kampung situ aja sudah bisa. Anak sekolah juga sudah nggak lewat pipa itu lagi, alhamdulillah sekali memang terbantu karena bagi masyarakat ini penting. Masyarakat senang karena jembatan itu terdiri dari 3 Kecamatan yaitu Medan Polonia, Medan Maimun, Medan Johor," ungkapnya.
Lebih lanjut, Deka mengatakan di wilayah Medan Johor dan sekitarnya itu ada satu sekolah, Madrasah Aliyah. Kalau yang di Medan Polonia itu ada SMA Negeri 2 Medan dan Medan Maimun ada SMP 3, SMP 4, SD juga ada.
Sementara itu, salah seorang warga bernama Rudi mengatakan sangat berterimakasih atas pembangunan jembatan tersebut. Ia mengatakan, jembatan itu sangat penting bagi warga.
"Kami sangat bersyukur karena jembatannya hampir rampung dan sebentar lagi sudah selesai. Jembatan ini sangat penting bagi warga dan anak sekolah," imbuh Rudi.
Rudi mengatakan, sampai saat ini belum tau apakah nantinya setelah pembangunan jembatan tersebut, akankah diizinkan pengguna sepeda motor lewat atau tidak.
"Kita belum tau, apakah nanti sepeda motor diizinkan warga lewat dari jembatan tersebut. Saya berharap nggak usah lah, bagusan pejalan kaki saja biar jembatanya awet dan tahan lama," pintanya.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah siswi SMP nekat melewati pipa air yang berada di atas Sungai Deli, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), demi bisa sampai ke sekolah mereka. Para siswi ini terpaksa melewati pipa itu karena tidak ada lagi jembatan di lokasi tersebut.
Pantauan detikSumut, Rabu (15/4/2026), ada sejumlah anak SMP yang melintasi pipa itu. Mereka terdiri dari laki-laki dan perempuan. Anak-anak tersebut baru saja pulang sekolah dan masih mengenakan seragam.
Perlahan-lahan, kaki siswa-siswa tersebut melewati pipa PDAM itu. Di bawah mereka mengalir sungai besar.
Dulunya di lokasi itu ada jembatan yang menghubungkan Gang Perbatasan, Jalan Brigjen Katamso, Kecamatan Medan Maimun dengan Kecamatan Medan Polonia. Jembatan itu lah yang menjadi akses penyeberangan anak sekolah. Namun, kini jembatan yang merupakan bekas rel kereta api itu sudah tak tersisa.
Simak Video "Mengunjungi Keindahan Mata Air Bah Tio, Sumatera Utara "
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)
