Takaran Ideal Minum Air Putih dalam Sehari Menurut Dokter

Takaran Ideal Minum Air Putih dalam Sehari Menurut Dokter

Elmy Tasya Khairally - detikSumut
Sabtu, 18 Jul 2026 08:00 WIB
Ilustrasi Minum Air Putih
Foto: Getty Images/iStockphoto/liza5450
Jakarta -

Menjaga kesehatan ginjal ternyata tidak hanya bergantung pada pola makan, tetapi juga kebiasaan sederhana seperti memenuhi kebutuhan cairan setiap hari. Meski terdengar sepele, minum air putih dengan takaran yang tepat berperan penting membantu ginjal menyaring limbah, menjaga keseimbangan cairan tubuh, sekaligus menurunkan risiko terbentuknya batu ginjal dan gangguan fungsi ginjal di kemudian hari.

Namun, anggapan bahwa semakin banyak minum air putih semakin baik juga tidak sepenuhnya benar. Tubuh memiliki kebutuhan cairan yang berbeda-beda, dipengaruhi usia, aktivitas, kondisi kesehatan, hingga cuaca. Karena itu, memahami takaran ideal minum air putih setiap hari menjadi langkah penting agar ginjal tetap bekerja optimal tanpa memberi beban berlebihan pada tubuh.

Pentingnya Asupan Air untuk Kesehatan Ginjal

Menurut Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri) dr Pringgodigdo Nugroho, jarang minum air putih dalam jangka panjang bisa berdampak buruk pada ginjal, tetapi bukan penyebab langsung gagal ginjal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya bisa tapi bukan dengan langsung, secara langsung ya, karena setelah jangka panjang lagi, jangka panjang biasanya melalui kekurangan cairan yang kronik gitu kan namanya," katanya dikutip detikHealth.

Kekurangan cairan dalam waktu lama dapat mengganggu fungsi ginjal secara bertahap dan meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan lainnya. Misalnya, penyakit ginjal yang berkaitan dengan kekurangan cairan tubuh akibat infeksi yang menyebabkan peradangan maupun batu ginjal.

ADVERTISEMENT

Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat memperburuk fungsi ginjal dalam jangka panjang. Karena itu, penting untuk menjaga asupan cairan tubuh dengan minum air putih agar ginjal tetap berfungsi dengan baik.

"Biasanya bertahap gejalanya dan melalui penyakit yang lain misalnya jadi risiko infeksi berulang karena kekurangan cairan, salurannya berisiko infeksi. Kemudian ada batu ginjal karena kekurangan cairan jadi zat-zat pembentuk batu tinggi sehingga terjadi batu ginjal itu melalui hal tersebut," ujarnya.

Dikutip dari laman Kidney Research UK, dehidrasi, terutama dehidrasi kronis, mengakibatkan produksi urine dengan konsentrasi mineral dan produk limbah yang lebih tinggi. Hal ini dapat menyebabkan pembentukan kristal yang mempengaruhi fungsi ginjal dan berkontribusi terhadap penyakit ginjal tertentu, seperti batu ginjal.

Asupan Air yang Dibutuhkan Tubuh Setiap Hari

Dikutip dari Mayo Clinic, total asupan cairan harian, termasuk air, minuman seperti teh, kopi, sup, serta makanan dengan kandungan air tinggi, seperti buah-buahan, sebaiknya sekitar 3,7 liter untuk pria dan 2,7 liter untuk wanita.

Untuk air putih, asupan umum yang disarankan bagi orang dewasa adalah sekitar delapan gelas berukuran 230 ml atau total sekitar 2 liter.

"Kebutuhan air putih sehari sekitar 2 liter per hari. Tergantung kondisi badan," kata spesialis penyakit dalam, dr Aru Ariadno, Sp.PD-KGEH saat dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.

Halaman 3 dari 2


Simak Video "Video: BPOM Sita-Umumkan 10 Obat Herbal Merusak Ginjal dan Jantung"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads