Usai Penyesuaian Harga, Pengguna Pertalite Naik 9,4%-Pertamax Cs Turun 18%

Usai Penyesuaian Harga, Pengguna Pertalite Naik 9,4%-Pertamax Cs Turun 18%

Tim detikFinance - detikSumut
Jumat, 17 Jul 2026 17:20 WIB
Ilustrasi pembelian BBM di SPBU
Foto: (Foto: Istimewa/Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel)
Jakarta -

PT Pertamina Patra Niaga mencatat adanya perubahan pola konsumsi bahan bakar minyak (BBM) masyarakat setelah penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang mulai berlaku pada 18 April 2026. Perubahan tersebut ditandai dengan meningkatnya penggunaan BBM bersubsidi, sementara konsumsi BBM nonsubsidi mengalami penurunan.

Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, mengatakan masyarakat kini lebih banyak menggunakan produk BBM bersubsidi, terutama Pertalite dan Biosolar.

"Sejak Pertamina melakukan penyesuaian harga, khususnya BBM per 18 April yang lalu, telah terjadi perubahan perilaku konsumen untuk konsumsi BBM, yang saat ini terjadi peningkatan konsumsi BBM khususnya produk BBM PSO, baik itu Pertalite maupun Biosolar," kata Eko saat rapat dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, dilansir detikFinance, Kamis (16/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Eko, konsumsi Pertalite pada Juli 2026 meningkat sekitar 9,4%. Dari sisi pangsa pasar, kontribusi Pertalite terhadap total konsumsi bensin juga naik dari sekitar 75% pada periode Januari-Mei menjadi sekitar 80% pada Juli.

Di sisi lain, penjualan BBM nonsubsidi mengalami penurunan cukup signifikan. Penjualan Pertamax Series tercatat merosot sekitar 18% dibandingkan periode sebelumnya. Penurunan tersebut turut memicu lonjakan permintaan BBM bersubsidi di sejumlah daerah.

ADVERTISEMENT

"Dampaknya adalah saat ini produk-produk BBM JBU, khususnya Pertamax series, terjadi penurunan hampir 18% dibandingkan periode sebelumnya. Ini mungkin salah satu lonjakan demand di beberapa wilayah yang saat ini juga membuat perubahan operasi dari Pertamina Patraniaga untuk bisa meng-cover atau mem-build up stock di semua jaringan lembaga penyalur kita, khususnya SPBU," bebernya.

Fenomena serupa juga terjadi pada segmen BBM diesel. Penyaluran Biosolar pada Juli meningkat sekitar 13,9%, sementara penjualan Dex Series yang mencakup Dexlite dan Pertamina Dex turun sekitar 6,4%.

"Secara volume-nya terjadi peningkatan biosolar juga hampir 13,9% di periode Juli saja. Ini juga sekitar bulan Juni kemarin juga terjadi peningkatan hampir sama. Pengaruhnya terhadap produk Dex series, Dexlite maupun Pertadex itu juga terjadi penurunan hampir 6,4%," terang Eko.



(nkm/nkm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads