Kebiasaan yang Sering Dilakukan Anak Muda Ini Bisa Merusak Ginjal

Kebiasaan yang Sering Dilakukan Anak Muda Ini Bisa Merusak Ginjal

Elmy Tasya Khairally - detikSumut
Kamis, 16 Jul 2026 08:00 WIB
ilustrasi ginjal
Foto: Getty Images/iStockphoto/peakSTOCK
Medan -

Di tengah gaya hidup serba cepat, banyak anak muda tanpa sadar menjalani kebiasaan yang justru membebani kerja ginjal setiap hari. Mulai dari kurang minum air putih, terlalu sering mengonsumsi minuman tinggi gula, hingga kebiasaan menahan buang air kecil, semuanya bisa berdampak buruk jika dilakukan terus-menerus dalam jangka panjang.

Yang mengkhawatirkan, kerusakan ginjal sering berkembang tanpa menimbulkan gejala pada tahap awal. Karena itu, mengenali kebiasaan yang dapat merusak ginjal sejak usia muda menjadi langkah penting agar organ vital ini tetap berfungsi optimal dan risiko penyakit ginjal kronis dapat dicegah sedini mungkin.

Kebiasaan yang Picu Gagal Ginjal di Usia Muda

Dikutip detikHealth, berikut ini beberapa kebiasaan yang bisa memicu gagal ginjal di usia muda di antaranya:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Kurang Minum Air

Aktivitas yang padat sering kali membuat banyak orang usia muda lupa minum air putih. Namun, perlu diketahui, terlalu sedikit minum dapat menyebabkan urine menjadi lebih pekat. Kondisi ini meningkatkan risiko batu ginjal dan penumpukan racun.

Selain itu, menahan buang air kecil memungkinkan bakteri berkembang biak dan berpotensi menyebabkan infeksi saluran kemih berulang yang dapat merusak ginjal seiring waktu.

ADVERTISEMENT

Spesialis jantung dan pembuluh darah dr Antonia Anna Lukito, SpJP(K), FIHA, merekomendasikan orang dewasa untuk mengonsumsi 2-2,5 liter air per hari serta membatasi asupan minuman manis, alkohol, tembakau, dan zat stimulan. Merokok dan menggunakan zat stimulan dapat menyempitkan pembuluh darah, mengurangi aliran darah ke ginjal, serta meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan proteinuria.

2. Penggunaan Obat yang Tidak Tepat

Orang usia muda mungkin sering menggunakan obat pereda nyeri dan antibiotik tanpa petunjuk tenaga medis untuk mengatasi keluhan ringan, seperti sakit kepala atau pilek. Jika dikonsumsi dalam dosis berlebihan atau dalam jangka waktu lama, obat-obatan tersebut dapat bersifat toksik bagi ginjal.

Selain itu, mengonsumsi suplemen atau obat tradisional yang asal-usulnya tidak jelas juga dapat membuat tubuh terpapar zat berbahaya atau bahan yang tidak diatur keamanannya.

3. Kurang Aktivitas Fisik

Usia muda sering kali dikaitkan dengan sedentary lifestyle, yaitu gaya hidup minim aktivitas, misalnya terus-menerus bekerja di depan laptop dan jarang berolahraga.

Padahal, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, dan hipertensi, yang merupakan faktor utama penyebab penyakit ginjal. dr Huy menganjurkan untuk berolahraga setidaknya 30 menit sehari selama lima hari dalam seminggu guna menjaga kesehatan tubuh.

4. Kurang Tidur

Tak jarang orang usia muda mengerjakan tugas atau lembur hingga larut malam sehingga harus begadang dan kurang tidur. Kebiasaan ini dapat mengganggu ritme biologis tubuh serta menghambat proses perbaikan alami pada ginjal.

Kondisi tersebut juga dapat meningkatkan tekanan darah dan kadar hormon yang berdampak buruk bagi tubuh, yang pada akhirnya dapat merusak ginjal.

5. Pola Makan Tidak Sehat

Makanan cepat saji, minuman manis, dan camilan kemasan tinggi gula, garam, serta lemak jenuh semakin banyak beredar di pasaran. Berbagai jenis makanan ini sangat mudah dijangkau oleh masyarakat, khususnya anak muda.

"Trennya (makanan cepat saji) memang sasarannya ke anak muda. Alangkah baiknya dari orang tua sudah membiasakan (anaknya) makan sehat, hidup sehat," jelas dr Antonia.

Padahal, jenis makanan ini bisa membebani ginjal. Spesialis penyakit dalam, dr. Yunia Indah Dewi, SpPD, mengatakan makanan yang mengandung natrium tinggi akan mengikat lebih banyak cairan yang dialirkan bersama darah ke jantung. Hal ini pada akhirnya meningkatkan tekanan darah.

"Tekanan darah yang tinggi dalam jangka waktu yang lama dan tidak diobati akan merusak ginjal," katanya.

Selain itu, dikutip dari laman VN Express, menurut dr Nguyen Quang Huy dari Departemen Penyakit Dalam Umum di Tam Anh Hospital, minuman manis seperti soft drink dan bubble tea berkontribusi pada obesitas serta meningkatkan risiko diabetes tipe 2, salah satu penyebab utama gagal ginjal kronis.

Sementara itu, alkohol memberi tekanan tambahan pada ginjal selama proses metabolisme dan dapat merusak sel-sel ginjal secara langsung.

Ia mencatat, makanan yang mengandung bahan pengawet yang tidak diizinkan dapat membawa logam berat seperti timbal atau kadmium yang bisa menyebabkan nefritis tubulointerstisial, yaitu kondisi peradangan yang dapat menyebabkan atrofi dan gagal ginjal.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Istri di Jatim Donorkan Ginjal Untuk Suaminya"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads