Menkop Sebut Kopdes yang Lokasinya Tak Lazim Hanya Sedikit

Menkop Sebut Kopdes yang Lokasinya Tak Lazim Hanya Sedikit

Tim detikFinance - detikSumut
Minggu, 12 Jul 2026 05:01 WIB
Kementerian Koperasi RI (Kemenkop) menjamin keberpihakannya terhadap upaya pengembangan Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren)
Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono (Foto: Kemenkop)
Jakarta -

Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih terus berjalan. Hingga kini, sekitar 15 ribu bangunan telah rampung, meski sebagian di antaranya menuai sorotan karena dinilai berdiri di lokasi yang kurang strategis, termasuk di wilayah pelosok.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan jumlah bangunan yang dianggap berada di lokasi tidak ideal sebenarnya sangat sedikit dibandingkan total koperasi yang sedang dibangun.

"Misalkan di media sosial (ramai soal) ada beberapa lokasi Kopdeskel Merah Putih yang dianggap tidak ideal. Tapi, setelah kita jelaskan, bahwa yang tidak ideal itu berapa, di mana saja, ternyata kan angkanya tidak banyak," ujar Ferry saat diwawancarai dalam program detikSore, dikutip detikFinance, Sabtu (11/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ferry mencontohkan, dari target sekitar 30 ribu Kopdeskel Merah Putih yang tengah dibangun, hanya sekitar 20 bangunan yang dinilai berada di lokasi kurang ideal. Menurutnya, pemerintah akan mencari solusi terhadap lokasi-lokasi tersebut.

"Taruhlah 20 (bangunan) dari 30 ribu yang kita lagi bangun. Coba, itu 'kan sedikit. Nah, kalau pun misalkan tidak ideal, nanti kita akan carikan solusi. Tapi perlu diketahui, bahwa penentuan lokasi tersebut, termasuk yang tidak ideal, dilakukan penentuan lokasinya melalui masyarakat di desa itu," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Ia menjelaskan penentuan lokasi pembangunan koperasi dilakukan berdasarkan hasil musyawarah masyarakat dan perangkat desa. Menurut Ferry, proses tersebut sering kali tidak diketahui secara utuh oleh masyarakat yang memberikan kritik di media sosial.

"Ya, kesepakatan di desa. Nah, ini 'kan sisi-sisi ini kadang-kadang tidak diketahui oleh yang memviralkan. Saya tidak tahu tujuan memviralkannya apa. Tapi, maksud saya, sisi baiknya itu masukan bagi kami. Tapi, ada sisi yang perlu untuk kami sampaikan bahwa sebenarnya penentuan lokasi itu sudah atas dasar musyawarah di desa tersebut," katanya.

Di sisi lain, Ferry mengakui masih terdapat kendala keterbatasan lahan di sejumlah desa sehingga tidak semua bangunan dapat mengikuti prototipe yang telah dirancang pemerintah. Karena itu, pembangunan Kopdeskel Merah Putih tahun ini akan dibatasi hingga sekitar 40 ribu unit sebelum dilakukan evaluasi lebih lanjut.

"Kami mengakui ada keterbatasan soal lahan di desa-desa sesuai dengan prototipe yang kita inginkan. Oleh karena itu, kami akhirnya memutuskan sampai akhir tahun bisa sampai 40 ribuan (bangunan). Kita stop dulu di tahun ini 40 ribuan," bebernya.

"Tahun depan, kita akan bangun lagi secara bertahap dengan beberapa modifikasi. Kami sekarang sedang mengkaji, misalkan untuk bangunan Kopdeskel Merah Putih, khususnya di kelurahan atau kota-kota yang bisa jadi beda prototipenya," pungkasnya.



(nkm/nkm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads