Cerita Syahrial Jual Tanah Perbaiki Enang-Enang & Kumpulkan Donasi Rp 1 M

Aceh

Cerita Syahrial Jual Tanah Perbaiki Enang-Enang & Kumpulkan Donasi Rp 1 M

Agus Setyadi - detikSumut
Kamis, 09 Jul 2026 14:39 WIB
Menteri PU Dody Hanggodo menghadiahi rompi yang dikenakannya ke inisiator perbaikan Jembatan Enang-Enang, Bener Meriah, Syahrial Abadi. (Foto: Agus Setyadi/detikSumut).
Menteri PU Dody Hanggodo menghadiahi rompi yang dikenakannya ke inisiator perbaikan Jembatan Enang-Enang, Bener Meriah, Syahrial Abadi. (Foto: Agus Setyadi/detikSumut)
Bener Meriah -

Syahrial Abadi menginisiasi perbaikan jalan dan jembatan Enang-Enang, Bener Meriah, Aceh. Dia terpaksa menjual sebidang tanah pada awal-awal pekerjaan sebelum akhirnya menerima donasi mencapai Rp 1 miliar.

Jalan nasional Bireuen-Aceh Tengah tertimbun longsor dan terputus tak jauh dari jembatan akibat bencana akhir November 2025 lalu. Sementara jembatan jatuh ke dalam sungai karena pondasinya miring.

Syahrial dan sejumlah warga awalnya menyewa satu alat berat untuk membersihkan badan jalan yang tertimbun longsoran. Mereka membuka jalur baru untuk memotong ruas jalan terputus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka membuat jalan dengan turunan terjal ke arah jembatan sehingga dapat terhubung kembali. Kendaraan sudah mulai dapat melewatinya setelah beberapa hari perbaikan dilaksanakan.

Tokoh masyarakat di Kecamatan Pintu Rime Gayo itu mengaku menerima sumbangan dari masyarakat banyak setelah 10 hari bekerja. Dia dan warga menggunakan uang itu untuk mengaspal jalan yang mereka buat hingga ke jembatan.

ADVERTISEMENT

Perbaikan jalan dilakukan secara swadaya siang dan malam. Jalan itu dibuka kembali untuk umum setelah warga melakukan peresmian pada Kamis (2/7) pekan lalu.

"Sampai kemarin kita menerima donasi Rp 1 miliar lebih. Ini masih ada saldo berjalan Rp 555 juta dan itu masih ada pekerjaan-pekerjaan yang belum saya bayar," kata Syahrial kepada wartawan, Kamis (9/7/2026).

Selain mengaspal jalan, Syahrial juga membuat dinding penahan longsor di tikungan Enang-Enang serta membuat beton di pinggir jalan. Di lokasi juga dibuat tempat berteduh.

Saat ini alat berat juga masih bekerja untuk memperbaiki aliran sungai. Syahrial mengaku nekat membuka kembali jalan itu karena selama ini masyarakat Desa Arul Cincin dan Menderek harus memutar jauh bila ingin ke Bireuen atau Aceh Tengah.

Pasca bencana, pemerintah menyiapkan jalan alternatif melewati sungai Werlah, Kecamatan Pintu Rime Gayo. Syahrial menjelaskan, masyarakat setempat harus memutar sekitar satu jam untuk menjangkau desa di seberang jembatan.

"Kalau mau bawa orang sakit, ibu hamil, anak sekolah itu sangat sulit sekali karena jalan alternatif berlubang, dan sempit," jelas Syahrial.

Selain itu, perekonomian warga Arul Cincin dan Menderek juga mati akibat terputusnya jalan dan jembatan Enang-Enang. Warga yang berkebun di seberang jembatan juga kesusahan.

"Seharusnya dia dengan minyak setengah liter sampai, harus membeli 3 liter. Maka ini menambah angka kemiskinan menurut saya, sehingga saya terdorong untuk melakukan ini," jelas Syahrial.

"Walau saat itu saya enggak ada uang, enggak ada uang sama sekali. Waktu itu saya nangis terus ya, enggak ada uang saya. Saya jual kebun saya sedikit untuk memperbaiki Enang-Enang ini, habis itu saya pinjam uang orang," ujar Syahrial.

Pasca peresmian jembatan itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dan Menteri PU Dody Hanggodo meninjau jembatan itu. Kedatangan kedua menteri di hari berbeda itu disambut Syahrial dan warga.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, bagian bawah jembatan akan dipasang tiang-tiang agar lebih kuat. Jembatan itu hanya dibolehkan melintas kendaraan roda dua maupun mobil penumpang.

"Sekarang ini masih sistem sementara. Di bawah itu ada kayak kekuatan tiang-tiang gitu, tapi itu sifatnya sementara. Nanti PT PP akan mengerjakan itu lebih bagus lagi," kata Dody kepada wartawan saat meninjau Jembatan Enang-Enang, Rabu (8/7).

Dody meminta PPK untuk mengawasinya dan meminta pekerjaan dihentikan sementara waktu bila membahayakan masyarakat. Proses perbaikan bakal dilakukan di bagian bawah.

"Perbaikan kita lakukan di bawah sehingga pada saat masyarakat lewat harapannya enggak jadi masalah," jelasnya.

Menurutnya, Syahrial bersama warga sudah bergotong royong memperbaiki jembatan itu sehingga pemerintah akan memberikan dukungan maksimal. Tujuannya agar perbaikan yang telah dilakukan masyarakat tidak sia-sia.

"Tapi bisa tetap bisa dipakai walaupun secara terbatas. Mungkin roda dua, roda empat, ini cuma mobil penumpang, bukan mobil-mobil barang, gitu-gitu ya. Jadi, itu nanti akan kita batasi," jelasnya.

"Nah, untuk kekuatannya, tadi saya sudah bicara dengan Pak Kepala Balai, Pak Direktur Jembatan, bahwa itu akan kita pasang lebih kuat lagi. Sekarang ini masih sistem sementara," lanjutnya.



(agse/afb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads