Sepanjang tahun 2025 biaya kesehatan yang dikeluarkan BPJS Kesehatan mencapai Rp 191,33 triliun. Jumlah tersebut naik Rp 15,2 triliun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang berada di angka Rp 176,11 triliun.
Klaim BPJS Kesehatan sendiri di tahun 2025 mencapai 108,27%, jumlah tersebut lebih besar daripada iuran yang diterima. Meski begitu cakupan kepesertaan masyarakat juga tumbuh menjelang akhir tahun.
"Hingga 31 Desember 2025, jumlah peserta JKN telah mencapai 282,7 juta jiwa atau mencakup 98,62 persen dari total seluruh penduduk Indonesia," jelas Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, dikutip detikHealth, Kamis (2/7/2026).
Penyakit Katastropik Sedot Anggaran Hingga Rp 50,3 Triliun
Pujo menyebut anggaran terbesar datang dari kelompok penyakit katastropik atau penyakit yang membutuhkan perawatan medis jangka panjang. Tidak hanya itu, biaya pengobatan penyakit katastropik juga tinggi.
Kata diam selama 2025, penyakit katastropik menyerap sekitar 26,28% hingga 26,42% dari total seluruh biaya pelayanan kesehatan yang dibayarkan oleh BPJS Kesehatan, dengan akumulasi biaya menyentuh Rp 50,3 triliun dari total 59,9 jutaan kasus.
Pujo menyayangkan tingginya angka kasus penyakit berbiaya mahal ini, mengingat sebagian besar dari jenis penyakit tersebut sebenarnya masih bisa diantisipasi sejak dini.
"Penyakit katastropik ini sebagian besar sebenarnya bisa dicegah melalui penerapan pola hidup sehat dan deteksi dini," imbau Pujo.
Simak Video "Video Catatan Dewas: 58,32 Juta Kepesertaan BPJS Tercatat Nonaktif"
(astj/astj)