Risiko Ikut Hyrox Tanpa Persiapan, Jangan Asal FOMO

Risiko Ikut Hyrox Tanpa Persiapan, Jangan Asal FOMO

Tim detikHealth - detikSumut
Rabu, 01 Jul 2026 22:01 WIB
Gaya Artis Saat Hyrox
Foto: Ilustrasi. Gaya Artis Saat Hyrox. (dok. Instagram)
Jakarta -

Olahraga Hyrox balakangan ini ramai diperbincangkan di media sosial. Untuk mengikuti olahraga ini tidak bisa asal FOMO (fear of missing out), butuh persiapan dan latihan yang matang.

Hyrox sendiri adalah olahraga yang memadukan 8 pos latihan fungsional yang diawali dengan lari sejauh 1 km hingga burpee broad jump, tas ransel dengan finisher patch-nya dan lainnya.

"FOMO (fear of missing out) boleh-boleh saja, tapi memang peserta itu benar benar harus persiapan, harus melakukan pelatihan yang tepat sebelum mengikuti Hyrox," ujar Dokter spesialis olahraga, dr Antonius Andi Kurniawan, SpKO, SubspALK(K) dikutip detikHealth.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari persepsi saya, meskipun itu kejadian di dalam ruangan, tetap saja risiko heat stroke itu ada. Kemarin ada beberapa kasus heat stroke atau heat-related ilness, di mana suhunya sangat tinggi," sambungnya.

Hyrox berisiko memicu heat stroke bisa karena menggabungkan olahraga intensitas tinggi (latihan beban & fungsional) dan daya tahan (lari panjang 8 km). Kombinasi ini memproduksi panas tubuh yang ekstrem, sehingga dibutuhkan hidrasi tubuh yang baik.

ADVERTISEMENT

dr Andi menekankan pentingnya untuk latihan rutin dan memastikan tubuh sudah siap untuk digunakan bertempur.

Risiko Jantung Kolaps

Senada, dokter spesialis kesehatan olahraga dr Andhika Raspati, SpKO juga mewanti-wanti risiko jantung kolaps pada olahraga ini.

"Harus diingat bahwa Hyrox itu olahraga yang mengombinasikan antara ketahanan kardio dengan ketahanan otot. Gerakannya nggak cuma lari, tapi juga latihan beban," ujar dr Andhika di Jakarta beberapa waktu lalu.

Bahaya terbesar muncul ketika seseorang yang sebelumnya kurang aktif atau punya gaya hidup sedenter dan jarang berlatih intensitas tinggi, tiba-tiba nekat ikut kompetisi hanya karena tergiur tren.

"Awalnya duduk mager doang, nonton TV, kemudian lihat 'Oh seru nih', langsung kompetisi? Kayaknya enggak deh," tegas dr Andhika.

Ia mengingatkan bahwa memaksakan diri tanpa dasar kardio yang kuat bisa berakibat fatal pada organ jantung.

"Kalau kardionya nggak siap atau ternyata punya gangguan jantung yang tidak disadari, lalu dipaksa ikut Hyrox, jantung bisa kumat (kolaps) di lapangan," tambahnya.

Bagi yang tertarik mencoba Hyrox, dr Andhika menyarankan untuk melakukan persiapan secara bertahap dan tidak langsung terjun ke intensitas tinggi.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Ancaman Tersembunyi di Balik 'Demam' Hyrox"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads