Drama Konten Lari di Stadion Teladan Medan yang Bikin Netizen Geram

Round Up

Drama Konten Lari di Stadion Teladan Medan yang Bikin Netizen Geram

Tim detikSumut - detikSumut
Senin, 01 Jun 2026 08:00 WIB
Penampakan komunitas lari memakai rumput lapangan Stadion Teladan Medan (Dok. Tangkapan layar media sosial)
Foto: Penampakan komunitas lari memakai rumput lapangan Stadion Teladan Medan (Dok. Tangkapan layar media sosial)
Medan -

Viral di media sosial komunitas lari mengunggah konten beraktivitas di lapangan Stadion Teladan, Medan. Unggahan itu pun ramai dikecam netizen mengingat stadion itu belum selesai direvitalisasi dan akan digunakan untuk event Piala AFF U-19. Gubernur Sumut Bobby Nasution turut mengomentari.

Berikut rangkuman mengenai berita konten lari yang viral tersebut.

1. Konten Lari di Lapangan Rumput Stadion Teladan

Dari video yang beredar dilihat detikSumut, tampak sejumlah orang berlari di atas lapangan Stadion Teladan. Mereka juga terlihat duduk di tribun penonton di bagian akhir. Terlihat video tersebut sengaja diambil sebagai konten dan ditambahkan caption pendukung di dalam video.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Video itu ramai dibagikan kembali oleh akun-akun di media sosial. Sementara di akun komunitas lari tersebut, konten itu sudah dihapus. Akun media sosial mereka juga dikunci. Dalam video itu, komunitas tersebut mengklaim diundang untuk merasakan lari di lapangan tersebut.

"Sebuah kehormatan bagi kami menjadi komunitas lari pertama yang diundang merasakan atmosfer stadion sebelum turnamen dimulai," tertulis dalam unggahan video sebelum dihapus.

ADVERTISEMENT

2. Komentar Gubsu Bobby Nasution

Bobby Nasution terlihat meninggalkan komentar dalam video di media sosial. Bobby terlihat meninggalkan komentar dengan emot.

"Wow, ampun sekali lihatnya," tulis Bobby Nasution dalam unggahan itu.

Namun ketika dimintai keterangan lebih lanjut, Bobby membela komunitas tersebut dan mengatakan mereka tidak sepenuhnya salah. Menurut Bobby, komunita situ diundang panitia lokal.

"Kita sudah cek, kita tahunya dari postingan kemarin. Kita cross-check, bukan mau membela, tidak 100% salah dari komunitas larinya. Jadi kalau boleh, antusiasme semua bidang olahraga ada yang pecinta lari, bola jangan jadikan itu sebagai permusuhan dan saling serang lagi di media sosial," ucap Bobby di area Stadion Teladan Medan, Sabtu (30/5/2026).

Bobby mengatakan, komunitas lari menggunakan lapangan Stadion Teladan karena ada undangan dari panitia lokal. Ia sampaikan, undangan tersebut bukan dari panitia AFF.

"Ada undangan dari panitia lokal tapi bukan dari panitia AFF. Panitia lokal yang mengundang yang mengurusin tentang lapangan, baik yang ada di SUSU dan Teladan. Panitia lokal yang kemarin mengundang niatnya untuk menginformasikan update perkembangan tentang Teladan," tambahnya.

Bobby menilai, para pelari mengunggah postingan video tersebut karena kebablasan. Hal itu karena ada miskomunikasi.

"Nah, mungkin kebablasan saja karena mereka pelari mungkin jadi buat konten untuk lari-lari kecil. Nah, itu memang miss-nya di situ, jadi kalau saya sampaikan, jangan disalahkan 100% ke komunitas larinya tetapi ada salah juga dari panitia lokal," imbuhnya.

Bobby menegaskan, sudah mengetahui siapa pelaku panitia lokal yang mengundang komunitas pelari tersebut. Ia sampaikan, yang mengundang para pelari diberikan sanksi.

"Sudah kita tahu orangnya, saya juga sudah minta kepada panitia lokal untuk memberikan sanksi. Kalau misalnya sudah mau mulai hari Senin, jangan ada seperti itu lagi. Kalau seperti itu lagi, bagus yang begitu keluarkan dari kepanitiaan, itu yang sudah saya sampaikan," pungkas Bobby.

3. Komentar Walkot Medan Rico Waas

Wali Kota Medan Rico Waas pun turut buka suara mengenai video viral tersebut. Rico menegaskan dirinya tak pernah memberikan izin kepada komunitas lari tersebut untuk beraktivitas di Stadion teladan.

Ia juga menyayangkan aksi komunitas lari tersebut. Pasalnya Stadion Teladan masih dalam tahap penyelesaian dan perawatan intensif menjelang pelaksanaan turnamen AFF U-19 2026.

"Kami menyayangkan kenapa hal itu bisa terjadi. Kami paham mungkin ada euforia masyarakat melihat kondisi Stadion Teladan saat ini. Namun sebaiknya ada koordinasi terlebih dahulu dengan Pemko Medan," ujar Rico melalui keterangan tertulis, Jumat (29/5/2026).

Politisi Partai NasDem ini mengatakan Pemkot Medan tidak pernah menerima permohonan izin penggunaan stadion dari pihak komunitas pelari. "Tidak ada komunikasi atau izin apapun dari pemko," tegasnya.

Rico juga mengaku sudah meminta jajarannya untuk melakukan penelusuran terkait pihak yang memberi akses masuk ke stadion. "Saya sudah minta ke jajaran untuk mencari tau siapa yang mengizinkan mereka masuk ke dalam stadion," ujarnya.

4. Klarifikasi Komunitas Lari

Komunitas lari bernama BanBan Running Club itu pun akhirnya membuat klarifikasi melalui akun media sosial mereka. Mereka mengaku diminta panitia penyelenggara Piala AFF U-19 untuk membuat konten promosi di Stadion Teladan Medan.

"Pada awalnya, kami diundang oleh pihak Panitia Penyelenggara Piala AFF U-19 2026 pada tanggal 16 Mei 2026 untuk mempromosikan dan menggaungkan Stadion Teladan Medan yang baru dibangun, yang kemudian pada tanggal 26 Mei 2026 pihak BanBan Running Club melakukan survei ke Stadion Teladan atas undangan Panitia dengan hanya didampingi oleh Security pengelola Stadion, tanpa didampingi oleh Panitia dan tidak diberi arahan dan panduan," tertulis di unggahan akun media sosial BanBan Running Club yang dilihat, Jumat (29/5/2026).

Video yang viral itu disebut diambil pada Rabu (27/5) sebagai bagian dari promosi. Komunitas lari itu mengklaim tidak bermaksud membuat konten yang menimbulkan kegaduhan.

5. Permintaan Maaf

Dalam unggahan itu pihak komunitas pun akhirnya menyampaikan permintaan maaf karena konten mereka telah menimbulkan polemik.

"Atas komunitas BanBan Running Club, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya karena konten yang kami upload di media sosial kami menimbulkan polemik yang begitu ramai di media sosial. Dari hati yang paling dalam, BanBan Running Club tidak pernah bermaksud untuk membuat konten yang menimbulkan kegaduhan," demikian tertulis dalam unggahan tersebut.

"Namun, apabila terhadap aktivitas kami tersebut menimbulkan ketidaknyamanan dan kekhawatiran terhadap seluruh masyarakat Kota Medan terutama pecinta sepak bola, maka melalui Pernyataan Klarifikasi terbuka ini kami dengan tulus memohon maaf sebesar-besarnya karena kegiatan ini murni kami lakukan atas dasar antusiasme terhadap Stadion Teladan Medan yang baru tanpa memiliki niat untuk menimbulkan kekhawatiran dan keresahan di tengah masyarakat," ujarnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Hasil Drawing Piala AFF U-19: Garuda Muda Segrup dengan Vietnam"
[Gambas:Video 20detik]
(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads