Nyeri ulu hati, perut kembung sering dianggap sebagai naiknya asam lambung atau maag. Ternyata tanda-tanda tersebut juga bisa menjadi gejala penyakit yang lebih serius seperti kanker usus.
Akibat sering disepelekan, banyak pasien yang baru datang ke rumah sakit ketika penyakitnya sudah memasuki stadium lanjut. "Pada sebagian besar penyakit serius, masalah utamanya bukanlah gejala itu sendiri tetapi bagaimana orang menafsirkannya," tegas seorang ahli, dikutip dari detikHealth dari Malay Mail.
Dr Nurhashim Haron, seorang konsultan bedah umum dan kolorektal di Rumah Sakit Spesialis Tawakkal Kuala Lumpur, Malaysia, mengungkapkan fakta mengejutkan. Sekitar 40 hingga 50 persen pasien kanker kolorektal yang dirujuk kepadanya awalnya mengira mereka hanya mengida maag atau gastritis.
"Pasien baru datang untuk pemeriksaan lebih lanjut setelah gejalanya menetap. Akibatnya, ketika akhirnya didiagnosis, lebih dari 70 persen sudah berada pada stadium lanjut, stadium tiga atau empat," katanya.
Berdasarkan data Registri Kanker Nasional Malaysia (2017-2021), terjadi tren peningkatan kasus yang signifikan pada kelompok usia yang lebih muda.
"Sebelumnya, sebagian besar pasien berusia antara 55 dan 65 tahun. Sekarang, kami melihat kasus pada usia 40-an, bahkan lebih muda," jelas Dr Nurhashim.
Ia menceritakan salah satu kasus pria usia 40-an yang awalnya mengira hanya mengalami perut kembung biasa. Pemeriksaan endoskopi awal memang hanya menunjukkan peradangan lambung.
Namun saat dilakukan kolonoskopi, barulah ditemukan tumor di usus besar yang ternyata sudah masuk stadium lanjut dan menyebar, hingga pasien harus menjalani operasi pengangkatan sebagian usus dan lambung serta kemoterapi.
Simak Video "Video: Konsumsi Yogurt Dapat Turunkan Risiko Kanker Usus"
(astj/astj)