Traffic internet diperkirakan tumbuh signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Hal itu efek dari kecerdasan buatan (AI) yang kini sudah menjadi bagian tak terpisahkan di kehidupan sehari-hari.
Dilansir detikInet, berdasarkan Ericsson Mobility Report edisi Juni 2026, traffic uplink pada tahun 2031 akan tumbuh 3-5 kali lipat karena adopsi aplikasi AI yang semakin meluas. Adapun yang mendorong pertumbuhan ini yakni perubahan perilaku pengguna dan kehadiran AI tidak hanya terbatas di smartphone saja.
"Selama ke depan itu, AI akan menjadi part dari mobile experience," kata Stanislaus Bawono, Head of Network Solutions Ericsson South East Asia dalam media briefing di Jakarta, Selasa (23/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi dulu kita pakai dari sisi smartphone saja, tapi penggunaannya akan menuju ke wearables juga. Kita ngomongin mengenai smart glasses, itu juga ada untuk smartwatch," imbuhnya.
Stani menambahkan, dari segi perilaku pengguna, saat ini kebanyakan traffic internet bersifat downlink karena pengguna masih mendominasi kebiasaan seperti streaming atau download video
Ketika adopsi AI dan wearable sudah semakin meluas, maka perilaku pengguna mungkin akan bergeser, seperti bercakap-cakap langsung dengan asisten AI atau agen AI yang selalu memahami konteks pengguna.
Hal ini tentu mengharuskan pengguna mengirimkan banyak data ke server, sehingga traffic uplink ikut meningkat. Stanis mengatakan penyedia jaringan harus bersiap menghadapi pergeseran kebiasaan ini.
"Banyak hal yang kita lakukan di network sekarang itu adalah bagaimana mempersiapkan turunannya atau pengunduh, tapi juga bagaimana mempersiapkan untuk kebanyakan traffic yang going up ke atas," jelas Stanis.
"Jadi ini behavior yang akan berubah. Ini mungkin belum kelihatan sekarang, kelihatan mungkin nanti setelah beberapa tahun ke depan, tapi behavior ini akan semakin banyak," pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di detikInet, baca selengkapnya di sini
