Presiden Prabowo Subianto menjanjikan potongan aplikator ojek online turun dari 20% ke 8% saat peringatan Hari Buruh 1 Mei 2026 lalu. Kebijakan itu efektif mulai berlaku 1 Juli 2026 mendatang.
Kepastian itu didapat setelah Pimpinan GOTO hingga Grab Indonesia bertemu dengan jajaran pimpinan DPR RI. Dengan turunnya potongan aplikator menjadi 8% diharapkan membuat driver ojol lebih sejahtera.
"Hari ini kami ingin menyampaikan bahwa sesuai dengan kemarin waktu tanggal 1 Mei waktu acara May Day kemarin sudah disampaikan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto mengenai pengemudi ojol begitu ya," kata Wakil Direktur GOTO Catherine Hindra Sutjahyo dikutip detikNews, Selasa (23/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Catherine memastikan pihaknya ingin menyejahterakan mitra pengemudi ojol. Oleh karena itu, dia mengumumkan tarif potongan ini akan berlaku mulai 1 Juli mendatang.
"Jadi kami mendukung upaya ini untuk terus meningkatkan kesejahteraan para mitra pengemudi ojek online ini. Jadi mulai efektif tanggal 1juli 2026 GOTO Gojek Indonesia akan mulia mengimplementasikan komisi 8 persen untuk layanan transportasi penumpang ojol roda dua yang kalau di Gojek kira sering manggilnya Goride begitu ya. Jadi ini akan efektif 1 Juli tahun ini, 8 persen potongan komisi ini," sambungnya.
CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi juga menyampaikan hal serupa. Ia menyebut tarif sebesar 8 persen akan diterapkan Grab pada 1 Juli 2026.
"Bahwa Grab Indonesia akan mulai mengimplementasikan komisi 8 persen untuk layanan transportasi penumpang ojek online roda dua kalau di Grab namanya Grab Bike dan implementasi Ini akan efektif dimulai tanggal 1 Juli 2026," imbuhnya.
Hadir dalam kesempatan itu Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad hingga Cucun Ahmad Syamsurijal.
