Trump Minta Israel Setuju Gencatan Senjata dengan Huzbullah

Internasional

Trump Minta Israel Setuju Gencatan Senjata dengan Huzbullah

Novi Christiastuti - detikSumut
Sabtu, 20 Jun 2026 14:29 WIB
U.S. President Donald Trump speaks during a bilateral meeting with the President of the United Arab Emirates (UAE) Mohamed bin Zayed Al Nahyan, on the sidelines of the G7 summit, in Evian-les-Bains, France, June 16, 2026. REUTERS/Evelyn Hockstein
Presiden AS, Donald Trump (Foto: REUTERS/Evelyn Hockstein)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa dirinya berperan dalam mendorong Israel menyetujui gencatan senjata dengan kelompok Hizbullah yang berbasis di Lebanon. Pernyataan tersebut disampaikan setelah Israel dan Hizbullah diumumkan sepakat memperpanjang masa gencatan senjata yang mulai berlaku pada Jumat (19/6) sore.

Dalam wawancara dengan NBC News yang dikutip detikNews dari Anadolu Agency dan The Guardian, Sabtu (20/6/2026), Trump mengungkapkan bahwa ia telah melakukan percakapan telepon dengan pihak Israel pada Jumat pagi. Dalam komunikasi itu, ia meminta Israel untuk menyetujui penghentian sementara konflik dengan Hizbullah.

"Ini hal yang positif," kata Trump dalam wawancara tersebut. "Ini seperti tambahan yang manis," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menanggapi kembali memanasnya bentrokan antara Israel dan Hizbullah dalam beberapa hari terakhir, Trump mengatakan kepada NBC News bahwa hubungannya dengan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu selama ini berjalan baik.

Ia juga membeberkan pesan yang disampaikannya kepada pemerintah Israel terkait kesepakatan gencatan senjata tersebut.

ADVERTISEMENT

"Terkadang Anda hanya perlu tenang dan menggunakan akal sehat," ucap Trump dalam pesannya kepada Israel. Dia menolak untuk menyebutkan apakah dirinya berbicara langsung dengan Netanyahu.

Sementara itu, kabar mengenai perpanjangan gencatan senjata Israel-Hizbullah turut dibenarkan oleh seorang pejabat senior AS yang identitasnya tidak diungkapkan. Pernyataan tersebut disampaikan kepada Anadolu Agency dan Reuters.

Menurut pejabat tersebut, perpanjangan gencatan senjata mulai berlaku pada Jumat (19/6) pukul 16.00 waktu setempat. Namun, tidak ada rincian lebih lanjut yang disampaikan mengenai isi maupun mekanisme kesepakatan perpanjangan gencatan senjata tersebut.

Artikel ini sudah tayang di detikNews, baca selengkapnya di sini.



(afb/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads