Distribusi Material Sulit, Menteri PU Optimis SR Subulussalam Segera Fungsional

Karya Merah Putih

Distribusi Material Sulit, Menteri PU Optimis SR Subulussalam Segera Fungsional

Agus Setyadi - detikSumut
Sabtu, 13 Jun 2026 21:01 WIB
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Aceh 2 di Subulussalam. (Foto: Kementerian PU).
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Aceh 2 di Subulussalam. (Foto: Kementerian PU).
Subulussalam -

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Aceh 2 di Subulussalam. Dody optimis sekolah itu dapat fungsional bulan ini meski distribusi material ke lokasi mengalami tantangan.

Menteri Dody mengatakan letak Kota Subulussalam berada di wilayah perbatasan dengan Sumatera Utara (Sumut) dan jauh dari pusat distribusi material membuat proses pengiriman bahan konstruksi, terutama baja dan material berat membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan daerah lain.

"Kita harus mengakui bahwa lokasi Subulussalam cukup menantang dari sisi logistik. Mengangkut material ke sini tidak mudah. Bahkan perjalanan darat menuju lokasi saja cukup berat, apalagi untuk mengangkut material konstruksi dalam jumlah besar," kata Menteri Dody dalam keterangannya, Sabtu (13/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam peninjauan itu, Dody mencari solusi untuk mempercepat proses pembangunan. Salah satunya dengan mengoptimalkan penggunaan struktur beton pada beberapa bagian bangunan untuk mengurangi ketergantungan terhadap material baja yang proses pengirimannya lebih komplek.

"Kita sedang mencari metode kerja yang lebih efektif. Beberapa titik yang semula direncanakan menggunakan baja akan kita evaluasi untuk sebagian diganti dengan beton agar pelaksanaan konstruksi bisa lebih cepat tanpa mengurangi kualitas bangunan," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Dody menjelaskan, secara keseluruhan progres pekerjaan Sekolah Rakyat Subulussalam menunjukkan perkembangan positif dan optimistis dapat selesai tepat waktu.

"Kalau melihat kondisi di lapangan, progresnya sudah sekitar 60 persen. Kita akan terus mencari cara terbaik, tercepat, dan paling efektif untuk menyelesaikan dan yang terpenting bukan hanya cepat selesai, tetapi ju menghasilkan bangunan yang berkualitas dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang," tutur Menteri Dody.

Berdasarkan laporan pelaksanaan per 13 Juni, ketersediaan material di lokasi telah mencapai sekitar 62 persen, sementara sisanya berada dalam proses pengiriman menuju Subulussalam. Berbagai strategi percepatan juga diterapkan mulai dari pengiriman material melalui jalur laut dan udara, penyediaan batching plant di area proyek, penambahan alat berat, hingga dukungan personel TNI.

Sekolah Rakyat Aceh 2 Kota Subulussalam dibangun di atas lahan seluas 6,8 hektare dengan kontraktor pelaksana PT Waskita Karya (Persero) Tbk dengan nilai kontrak Rp453,3 miliar. Kawasan pendidikan terpadu ini dilengkapi berbagai fasilitas pendidikan dan penunjang, mulai dari gedung SD, SMP, SMA, asrama siswa, rumah susun guru, masjid, gedung serbaguna, lapangan mini soccer, lapangan basket dan voli, hingga fasilitas pendukung lainnya.



(agse/dhm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads