Sebuah video yang menampilkan aksi debus seorang relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Kubangsari, Kecamatan Ketanggungan, Brebes, menjadi sorotan di media sosial.
Dalam video yang beredar, seorang pria berseragam biru khas SPPG terlihat berdiri di atas mobil Makan Bergizi Gratis (MBG), kemudian memecahkan lampu neon dan langsung memasukkan pecahannya ke dalam mulut.
Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @updatebrebes dan disertai narasi yang mempertanyakan tujuan aksi tersebut. Unggahan itu pun memicu beragam tanggapan dari warganet.
Menanggapi viralnya video itu, Mitra SPPG Kubangsari, Umar, menjelaskan bahwa pria dalam rekaman tersebut memang merupakan relawan SPPG. Namun, ia menilai video yang beredar telah dipotong dan diedit sehingga menimbulkan kesan yang berbeda dari konteks aslinya.
"Itu memang relawan SPPG sini. Aslinya bukan seperti itu. Video yang viral sudah dipotong dan diedit. Kemudian diberi narasi negatif yang menimbulkan kebencian," kata Umar, dilansir detikJateng, Jumat (12/6/2026).
Menurut Umar, video tersebut direkam oleh asisten lapangan (aslap) SPPG Kubangsari, Dheny Siswanto, dan telah dibuat sejak sebelum Hari Raya Idul Adha.
Dheny, yang diwawancarai secara terpisah, mengatakan video asli berdurasi 58 detik dan sempat diunggah melalui akun resmi SPPG.
"Sudah lama itu, sejak sebelum lebaran haji. Memang video yang mengambil saya dan diupload pakai akun resmi SPPG. Durasinya 58 detik," jelas Dheny.
Ia menjelaskan bahwa pria yang melakukan aksi debus tersebut bernama Alfajar atau Yayang, relawan yang bertugas di bagian distribusi makanan. Sebelum bergabung dengan SPPG, Yayang diketahui bekerja sebagai pemain debus dan pesulap keliling.
"Asli orang sini, cuma dulu kerja sebagai pemain debus dan sulap keliling. Kemudian berhenti setelah bergabung menjadi relawan," terangnya.
Dheny juga menyayangkan penyebaran video yang telah dipotong dan diberi narasi tertentu. Ia menyebut video asli tidak hanya menampilkan atraksi debus, tetapi juga pertunjukan sulap menggunakan ompreng atau wadah makanan.
"Sebenarnya ada adegan sulap, tapi dipotong. Kemudian diberi narasi negatif yang menyudutkan SPPG. Lagunya juga sudah beda, karena aslinya lagu khas tarling pantura," ujar dia.
Simak Video "Video: Viral! WNA Jadi Korban Jambret di Bundaran HI, Polisi Buru Pelaku"
(nkm/nkm)