Puluhan Dapur MBG di Batam Hentikan Operasional karena Terkendala Anggaran

Kepulauan Riau

Puluhan Dapur MBG di Batam Hentikan Operasional karena Terkendala Anggaran

Alamudin Hamapu - detikSumut
Senin, 08 Jun 2026 21:40 WIB
Petugas SPPG menyiapkan Makan Siang Gratis (MBG) (Antara Foto/Andry Denisah)
Foto: Ilustrasi Makan Siang Gratis (Antara Foto/Andry Denisah)
Batam -

Puluhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Batam, Kepulauan Riau, untuk sementara menghentikan operasional. Operasional dihentikan karena dapur MBG terkendala anggaran operasional dari APBN belum masuk.

Koordinator Sub Penyelenggara SPPG Kota Batam, Defri Frenaldi, membenarkan adanya penghentian sementara operasional di sejumlah SPPG yang tersebar di beberapa kecamatan di Batam.

"Memang terjadi mulai hari ini. Hal ini dikarenakan belum turunnya anggaran operasional untuk SPPG," kata Defri, Senin (8/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Defri menjelaskan, berdasarkan ketentuan yang berlaku, SPPG hanya diperbolehkan beroperasi apabila dana operasional dari APBN telah masuk ke dalam virtual account masing-masing satuan layanan. Selain itu, pengelola SPPG juga tidak diperkenankan menggunakan dana talangan dari pihak mitra untuk menjalankan operasional sebelum anggaran resmi diterima.

"Diketahui bahwa SPPG akan beroperasi ketika anggaran dari APBN sudah masuk ke dalam virtual akun SPPG, dan dilarang melakukan operasional jika anggaran tersebut belum masuk. Penggunaan dana talangan dari mitra juga tidak diperbolehkan," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan data yang diterima pihak penyelenggara, terdapat puluhan SPPG yang menghentikan operasional sementara di sejumlah kecamatan.

Di Kecamatan Batam Kota, sebanyak 15 dari 21 SPPG tidak beroperasi. Kemudian di Sagulung terdapat 12 dari 32 SPPG yang berhenti sementara. Di Batu Ampar, satu dari empat SPPG juga menghentikan layanan.

Sementara itu, di Batu Aji tercatat tujuh dari 18 SPPG tidak beroperasi, sedangkan di Sei Beduk sebanyak tujuh dari 15 SPPG menghentikan aktivitasnya.

Kemudian di Lubuk Baja, enam dari delapan SPPG berhenti sementara, dan di Bengkong sebanyak enam dari 13 SPPG juga tidak beroperasi. Adapun satu-satunya SPPG di Kecamatan Belakang Padang turut menghentikan layanan.

Untuk Kecamatan Galang dan Bulang, seluruh SPPG masih beroperasi normal. Sedangkan data operasional SPPG di Kecamatan Sekupang dan Nongsa masih dalam proses pendataan.

Defri memastikan penghentian operasional tersebut hanya bersifat sementara. Pihaknya telah menerima informasi bahwa anggaran untuk SPPG yang belum memperoleh dana akan segera dilakukan top up oleh tim keuangan bersama Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).

"Informasi tambahan yang kami terima, SPPG yang belum mendapatkan anggaran akan dilakukan top up hari ini oleh tim keuangan dan KPPN. Operasional akan kembali berjalan setelah anggaran masuk ke dalam virtual account masing-masing SPPG," ujarnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Kepala Bappisus: Asosiasi Pengusaha Dapur MBG Tak Didanai Pemerintah"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads