PLN Lakukan Pemadaman Listrik Bergilir 4 Jam di Medan-Binjai Selama Sepekan

PLN Lakukan Pemadaman Listrik Bergilir 4 Jam di Medan-Binjai Selama Sepekan

Kartika Sari - detikSumut
Sabtu, 06 Jun 2026 13:41 WIB
A couple take a selfie in front of a Puerto Rican flag after the country was hit with a massive power outage where energy plants across the island unexpectedly shut down, in San Juan, Puerto Rico April 16, 2025.  REUTERS/Ricardo Arduengo     TPX IMAGES OF THE DAY
Ilustrasi gelap karena mati lampu (Foto: REUTERS/Ricardo Arduengo)
Medan -

PLN akan melakukan pemadaman listrik sejumlah wilayah di Provinsi Sumatera Utara dalam satu pekan ke depan. Pemadaman litrik dilakukan karena PLN sedang melakukan proses pembangunan Tower Emergency pasca belasan tower roboh.

"Pola pengaturan pasokan listrik dilakukan secara bergantian dan berpotensi terjadi 1-2 kali dalam sehari," ungkap Manager Komunikasi Unit Induk Distribusi Sumatera Utara Darma Saputra, Sabtu (6/6/2026).

"Adapun durasi pemadaman listrik akan berlangsung 3-4 jam setiap periode. Hal ini dilakukan dalam penyesuaian kondisi sistem kelistrikan," lanjut dia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan keterangan Darma, wilayah yang berpotensi terdampak yakni Kota Medan, Binjai, Deli Serdang, Sergai, dan Langkat. Kondisi seperti ini diperkirakan akan berlangsung dalam sepekan ke depan, lantaran pihak PLN saat ini sedang mendirikan Tower Emergency pada jalur SUTET 275 kV sebagai langkah untuk mempercepat pemulihan sistem kelistrikan.

Senior Manager Keuangan Komunikasi dan Umum PLN Unit Induk Pusat Penyaluran dan Pengatur Beban Sumatera Yenti Elfina menyebutkan bahwa berdasarkan perencanaan teknis saat ini, pendirian Tower Emergency ditargetkan selesai pada 14 Juni 2026, apabila kondisi cuaca dan akses pekerjaan di lapangan berjalan sesuai rencana.

ADVERTISEMENT

"Seluruh personel bekerja secara maksimal selama 24 jam dengan mengedepankan keselamatan dan kualitas pekerjaan. Kami optimistis pendirian Tower Emergency dapat diselesaikan sesuai target sehingga proses normalisasi sistem kelistrikan dapat berjalan lebih cepat dan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat segera pulih sepenuhnya," jelasnya.

Sementara itu, ia juga turut meminta maaf kepada masyarakat apabila terjadi gangguan kelistrikan selama proses pemulihan.

"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat selama proses pemulihan berlangsung. Saat ini manajemen beban masih dilakukan secara terukur di beberapa wilayah untuk menjaga keandalan sistem," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi pada Kamis, 4 Juni 2026 pukul 20.03 WIB ini menyebabkan kerusakan pada infrastruktur transmisi kelistrikan di Sumatera Utara.

Untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan dan mempercepat proses pemulihan, PLN melakukan manajemen beban secara terukur dan bergantian pada sebagian pelanggan.



(astj/astj)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads