Banjir Rendam Jalan Meteorologi, Pengendara Pilih Cari Jalur Alternatif

Banjir Rendam Jalan Meteorologi, Pengendara Pilih Cari Jalur Alternatif

Rechtin Hani Ritonga - detikSumut
Rabu, 03 Jun 2026 23:58 WIB
Banjir di Jalan Meteorologi, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. (Rechtin Hani Ritonga/detikSumut)
Foto: Banjir di Jalan Meteorologi, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. (Rechtin Hani Ritonga/detikSumut)
Deli Serdang -

Banjir merendam badan Jalan Meteorologi, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten DeliSerdang, malam ini. Banjir akibat hujan deras ini mencapai tinggi paha orang dewasa.

Dari amatan detikSumut di lokasi, banyak pengendara mengambil jalan memutar akibat takut kendaraan mogok.

"Dalam kali banjirnya, sudah banyak yang mogok di depan, makanya lebih bagus mutar," ujar seorang warga, Indah kepada detikSumut, Rabu (3/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warga lainnya, Fika mengaku kesulitan mengeluarkan sepeda motor yang terjebak di dalam rumah.

"Sepeda motor kami tidak bisa dikeluarkan, karena terendam. Jadi kami minta tolong tetangga untuk membantu menggotong sepeda motor ke luar rumah," katanya.

ADVERTISEMENT

Dikatakan Fika, sejak pukul 21.00 WIB banjir sudah mulai menggenangi kawasan rumah mereka.

"Padahal hujan cuma sebentar, tapi sudah banjir. Barang-barang udah basah semua, mau keluar pun susah karena sepeda motor enggak bisa hidup," tambahnya.

Warga lainnya yang tinggal di sekitar lokasi, Rinal mengatakan lokasi ini memang kerap direndam banjir.

"Lumayan tinggi juga banjirnya," ungkapnya.

Rinal menuturkan banyak pengendara yang juga terjebak di lokasi banjir. Ia mengaku banyak orang yang melintas bertanya kepada terkait kondisi banjir di sepanjang Jalan Meteorologi.

"Ini banjir sampai ke depan (simpang Jalan Meteorologi dan Jalan Pancing). Jadi banyak kendaraan memutar, beberapa bertanya sama saya bisa lewat apa enggak," katanya.

Menurut Rinal, warga di sekitar Jalan Meteorologi ini banyak yang terjebak banjir di beberapa titik jalan. Sehingga menyebabkan kesulitan akses menuju pusat Kota Medan.

"Di mana-mana banjir, jadi mau memutar juga tetap harus melewati banjir. Banyak juga yang terjebak, sepeda motor mogok," tutupnya.



(mjy/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads