Viral di media sosial komunitas lari mengunggah konten beraktivitas di lapangan Stadion Teladan, Medan. Unggahan itu pun ramai dikecam netizen mengingat stadion itu belum selesai direvitalisasi dan akan digunakan untuk event Piala AFF U-19. Gubernur Sumut Bobby Nasution turut mengomentari.
Berikut rangkuman mengenai berita konten lari yang viral tersebut.
1. Konten Lari di Lapangan Rumput Stadion Teladan
Dari video yang beredar dilihat detikSumut, tampak sejumlah orang berlari di atas lapangan Stadion Teladan. Mereka juga terlihat duduk di tribun penonton di bagian akhir. Terlihat video tersebut sengaja diambil sebagai konten dan ditambahkan caption pendukung di dalam video.
Video itu ramai dibagikan kembali oleh akun-akun di media sosial. Sementara di akun komunitas lari tersebut, konten itu sudah dihapus. Akun media sosial mereka juga dikunci. Dalam video itu, komunitas tersebut mengklaim diundang untuk merasakan lari di lapangan tersebut.
"Sebuah kehormatan bagi kami menjadi komunitas lari pertama yang diundang merasakan atmosfer stadion sebelum turnamen dimulai," tertulis dalam unggahan video sebelum dihapus.
2. Komentar Gubsu Bobby Nasution
Bobby Nasution terlihat meninggalkan komentar dalam video di media sosial. Bobby terlihat meninggalkan komentar dengan emot.
"Wow, ampun sekali lihatnya," tulis Bobby Nasution dalam unggahan itu.
Namun ketika dimintai keterangan lebih lanjut, Bobby membela komunitas tersebut dan mengatakan mereka tidak sepenuhnya salah. Menurut Bobby, komunita situ diundang panitia lokal.
"Kita sudah cek, kita tahunya dari postingan kemarin. Kita cross-check, bukan mau membela, tidak 100% salah dari komunitas larinya. Jadi kalau boleh, antusiasme semua bidang olahraga ada yang pecinta lari, bola jangan jadikan itu sebagai permusuhan dan saling serang lagi di media sosial," ucap Bobby di area Stadion Teladan Medan, Sabtu (30/5/2026).
Bobby mengatakan, komunitas lari menggunakan lapangan Stadion Teladan karena ada undangan dari panitia lokal. Ia sampaikan, undangan tersebut bukan dari panitia AFF.
"Ada undangan dari panitia lokal tapi bukan dari panitia AFF. Panitia lokal yang mengundang yang mengurusin tentang lapangan, baik yang ada di SUSU dan Teladan. Panitia lokal yang kemarin mengundang niatnya untuk menginformasikan update perkembangan tentang Teladan," tambahnya.
Bobby menilai, para pelari mengunggah postingan video tersebut karena kebablasan. Hal itu karena ada miskomunikasi.
"Nah, mungkin kebablasan saja karena mereka pelari mungkin jadi buat konten untuk lari-lari kecil. Nah, itu memang miss-nya di situ, jadi kalau saya sampaikan, jangan disalahkan 100% ke komunitas larinya tetapi ada salah juga dari panitia lokal," imbuhnya.
Bobby menegaskan, sudah mengetahui siapa pelaku panitia lokal yang mengundang komunitas pelari tersebut. Ia sampaikan, yang mengundang para pelari diberikan sanksi.
"Sudah kita tahu orangnya, saya juga sudah minta kepada panitia lokal untuk memberikan sanksi. Kalau misalnya sudah mau mulai hari Senin, jangan ada seperti itu lagi. Kalau seperti itu lagi, bagus yang begitu keluarkan dari kepanitiaan, itu yang sudah saya sampaikan," pungkas Bobby.
Simak Video "Video Hasil Drawing Piala AFF U-19: Garuda Muda Segrup dengan Vietnam"
(nkm/nkm)