Jumlah Takbir Salat Idul Adha 1447 H Beserta Bacaan Arab, Latin, Artinya

Jumlah Takbir Salat Idul Adha 1447 H Beserta Bacaan Arab, Latin, Artinya

Aisyah Lutfi - detikSumut
Selasa, 26 Mei 2026 09:28 WIB
Ilustrasi Muslim Salat
Foto: Getty Images/iStockphoto/shironosov
Medan -

Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah sudah di depan mata, nih detikers! Salah satu ibadah utama yang menjadi syiar terbesar umat Islam dalam menyambut hari raya kurban adalah melaksanakan ibadah salat Id pada pagi hari tanggal 10 Zulhijjah.

Melansir laman Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI telah resmi menetapkan bahwa 1 Dzulhijjah 1447 Hijriyah jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Dengan demikian, Hari Raya Idul Adha 1447 H dipastikan bertepatan dengan hari Rabu, 27 Mei 2026.

Keputusan Kemenag ini berjalan selaras dengan kalender nasional yang telah tercantum di dalam lampiran SKB 3 Menteri, sehingga mempermudah detikers untuk mulai menyusun agenda liburan dan ibadah jauh-jauh hari. Berdasarkan ketetapan resmi dari SKB Tiga Menteri, jatah libur untuk perayaan Idul Adha tahun ini berlangsung selama dua hari berturut-turut, yaitu Rabu, 27 Mei 2026 (Libur Nasional) dan Kamis, 28 Mei 2026 (Cuti Bersama).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut mazhab Syafi'i, hukum melaksanakan Salat Idul Adha adalah sunnah muakkad, yaitu amalan sunnah yang sangat dianjurkan dan ditekankan bagi setiap Muslim yang tidak memiliki udzur. Salat Idul Adha sendiri dikerjakan sebanyak dua rakaat dengan takbir tambahan. Hal ini bersandar pada hadis dari Umar bin Khattab yang diriwayatkan dalam Shahih Muslim dan ditegaskan dalam kitab Ahkam Ash-Sholah karya Syaikh Ali Raghib:

صَلَاةُ الْأَضْحَى رَكْعَتَانِ وَصَلَاةُ الْفِطْرِ رَكْعَتَانِ وَصَلَاةُ السَفَرِ رَكْعَتَانِ وَصَلَاةُ الْجُمُعَةِ رَكْعَتَانِ تَمَامٌ لَيْسَ بِقَصْرٍ عَلَى لِسَانِ مُحَمَّدٍ ﷺه وَقَدْ خَابَ مَنِ افْتَرَى

ADVERTISEMENT

Artinya: "Salat Idul Adha itu dua rakaat; Salat Idul Fitri itu dua rakaat; Salat safar itu dua rakaat; dan Salat Jumat itu juga genap dua rakaat tanpa diqashar berdasarkan sabda Nabi kalian. Sungguh merugi orang yang mengada-ada." (HR. an-Nasa'i, Ibnu Majah, dan Ahmad).

Agar pelaksanaan ibadah kita berjalan sempurna dan sah, yuk simak panduan lengkap mengenai ketentuan jumlah takbir rakaat pertama dan kedua, tata cara, hingga bacaan takbiran Idul Adha berikut ini, detikers!

Ketentuan Jumlah Takbir Rakaat Pertama dan Kedua

Secara umum, tata cara pelaksanaan Salat Idul Adha sama dengan salat sunnah dua rakaat lainnya. Namun, yang membedakannya secara kontras adalah adanya tambahan jumlah takbir di setiap rakaat sebelum membaca Surat Al-Fatihah. Pendapat ini merujuk pada Imam Syafi'i dan ditegaskan oleh Imam Al-Mawardi dalam Al-Ahkam As-Sulthaniyyah dengan rincian sebagai berikut:

Rakaat Pertama

7 kali takbir tambahan (di luar takbiratul ihram/takbir pertama pembuka salat).

Rakaat Kedua

5 kali takbir tambahan (di luar takbir qiyam atau takbir intikol saat bangun dari posisi sujud).

Di sela-sela setiap kumandang takbir tambahan tersebut, detikers dianjurkan untuk membaca kalimat tasbih dan pujian untuk mengagungkan nama Allah SWT:

سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ

Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaaha illallah wallahu akbar.

Artinya: "Mahasuci Allah, segala puji bagi-Nya, tiada Tuhan selain Allah, Allah Mahabesar."

Waktu Pelaksanaan Salat Idul Adha

Waktu pelaksanaan salat Id dimulai sejak matahari terbit hingga sebelum zawal (tergelincirnya matahari ke arah barat atau sebelum masuk waktu Zuhur).

Namun, ada perbedaan anjuran pelaksanaan waktu antara dua hari raya:

Untuk Salat Idul Adha, umat Islam sangat dianjurkan untuk mempercepat pelaksanaan salat di awal waktu. Tujuannya agar masyarakat memiliki waktu yang lebih longgar untuk segera melaksanakan prosesi penyembelihan hewan kurban.

Sebaliknya, untuk Salat Idul Fitri, pelaksanaan salat lebih baik diakhirkan guna memberikan kesempatan bagi jemaah yang belum menunaikan zakat fitrah agar bisa menyelesaikannya terlebih dahulu.

Bacaan Takbiran Idul Adha

Melantunkan takbir disunnahkan sejak malam Hari Raya (10 Zulhijah) hingga salat Id dilaksanakan. Khusus untuk Idul Adha, disunnahkan pula mengumandangkan takbir muqayyad setiap selesai melaksanakan salat wajib, yang dimulai dari setelah Zuhur tanggal 10 Zulhijah hingga berakhir setelah Subuh tanggal 13 Zulhijah (akhir Hari Tasyrik).

Berikut adalah pilihan bacaan takbiran yang bisa detikers amalkan:

1. Bacaan Takbiran Pendek

اللّٰهُ أَكْبَرُ، اللّٰهُ أَكْبَرُ، اللّٰهُ أَكْبَرُ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ، وَاللّٰهُ أَكْبَرُ، اللّٰهُ أَكْبَرُ، وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Latin: Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar, Allahu akbar walillaahil hamd.

Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji bagi Allah."

2. Bacaan Takbiran Panjang

للهُ اكبَرْ, اللهُ اكbَرْ اللهُ اكbَرْ لاالٰهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر, اللهُ اكبَرُوَِللهِ الحَمْد اللهُ اكbَرْ كبيْرًا والحَمدُ للهِ كثِيرًا وَسُبحَانَ اللهِ بُكرَةً واَصِيلا، لااله اِلااللهُ ولanعْبدُ الاإيّاه، مُخلِصِينَ لَه الدِّيْن، وَلَو كَرِهَ الكَا فِرُون، وَلَو كرِهَ Mُنَافِقوْن، وَلَوkerِهَ المُشْرِكوْن، لاالهَ اِلا اللهَ وَحدَه، صَدَقَ وَعْدَه، وَنَصَرَ عبْدَه، وَأعَزّجُندَهُ وَهَزَمَ الاحْزَابَ وَاحْدَه، لاالٰهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر, اللهُ اكbَرُ وَِللهِ الحَمْد

Latin: Allaahu akbar allaahu akbar allaahu akbar. laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar wa lillaahilhamd Allaahu akbar kabiiraa walhamdulillaahi katsiiraa, wasubhaanallaahi bukrataw wa ashillaa. Laailaaha illallallahu walaa na'budu illaa iyyaahu. Mukhlishiina lahuddiin walau karihal kaafiruun. Walau karihal munafiqun. Walau karihal musyrikuun. Laailaahaillallaahu wahdah, shadaqa wa'dah, wanashara 'abdah wa a'azza jundah, wahazamal ahzaaba wahdah. Laailaahaillallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar walillaahilhamd.

Artinya: "Allah maha besar Allah maha besar Allah maha besar. Tidak ada tuhan melainkan Allah, dan Allah maha besar, Allah maha besar dan segala puji bagi Allah. Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan sebanyak-sebanyak puji, dan Maha suci Allah sepanjang pagi dan sore. Tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan memurnikan agama Islam, meskipun orang-orang kafir, orang-orang munafik, orang-orang musyrik membencinya. Tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dengan ke-Esaan-Nya, Dia zat yang menepati janji, zat yang menolong hamba-Nya dan memuliakan bala tentara-Nya dan menyiksa musuh dengan ke-Esaan-Nya. Tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan segala puji hanya untuk Allah."

Nah, itulah informasi mengenai ketentuan jumlah takbir rakaat pertama dan kedua, tata cara pelaksanaan salat, hingga bacaan takbiran Idul Adha 2026. Semoga informasi ini bermanfaat. Selamat menyambut Idul Adha, detikers!



(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads