Belakangan ini, kabar mengenai munculnya kembali wabah Ebola di wilayah Republik Demokratik Kongo berhasil menarik perhatian dunia internasional. Pasalnya virus Ebola adalah salah satu virus langka namun juga mematikan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dengan resmi menetapkan status Darurat Kesehatan Masyarakat Internasional, setelah dilaporkan sebanyak 131 orang meninggal dan ratusan lainnya terinfeksi. Lantas bagaimana cara penyebaran virus Ebola dan bagaimana gejalanya pada orang yang terinfeksi?
Apa Itu Virus Ebola?
Dilansir dari laman resmi WHO, Ebola adalah penyakit serius yang disebabkan oleh virus Ebola atau Ebolavirus. Virus ini pertama kali ditemukan pada tahun 1976 di wilayah dekat Sungai Ebola di Republik Demokratik Kongo sehingga virus ini dinamakan sebagai virus Ebola. Sejak saat itu, penyakit ini beberapa kali memicu wabah di berbagai negara Afrika.
Virus Ebola menyerang sistem kekebalan tubuh dan dapat menyebabkan perdarahan hebat, kerusakan organ, hingga kematian. Penyakit ini termasuk dalam kategori demam berdarah virus (viral hemorrhagic fever).
Penularan Virus Ebola
Salah satu kecemasan masyarakat yang sering terjadi adalah menganggap bahwa virus Ebola dapat menular lewat udara seperti Covid 19 atau flu. Padahal faktanya, virus Ebola tidak menular melalui udara (airborne). Penularan tidak akan terjadi hanya karena berpapasan atau menghirup udara yang sama dengan pasien yang terinfeksi.
Lalu bagaimana cara penularan virus Ebola ini? Virus ini diperkirakan berasal dari kelelawar buah dari famili Pteropodidae merupakan inang alami virus Orthoebola. Virus ini dapat masuk ke populasi manusia ketika orang melakukan kontak dekat dengan darah, sekresi, organ, atau cairan tubuh lainnya dari hewan yang terinfeksi seperti kelelawar buah, simpanse, gorila, monyet, antelop hutan, atau landak yang ditemukan sakit atau mati, atau di hutan hujan.
Simak Video "Video Sejumlah Penyakit Hantui Korban Bencana di Sumatera"
(astj/astj)