Hati-hati! Ada 6 Ciri Rezeki Tak Berkah Menurut Pandangan Islam

Hati-hati! Ada 6 Ciri Rezeki Tak Berkah Menurut Pandangan Islam

Devi Setya - detikSumut
Selasa, 12 Mei 2026 05:00 WIB
Hati-hati! Ada 6 Ciri Rezeki Tak Berkah Menurut Pandangan Islam
Foto: Ilustrasi. (Getty Images/iStockphoto/Moussa81)
Jakarta -

Rezeki, menurut pandangan Islam, tidak hanya diukur dari banyak atau sedikitnya harta yang dimiliki. Namun perlu diketahui ada hal yang jauh lebih penting, yakni keberkahan.

Rezeki yang berkah merupakan harta halal yang diperoleh dengan cara yang baik. Rezeki berkah akan membawa kebaikan serta ketenangan, berbeda dengan rezeki yang tidak berkah.

Jika penuh berkah, maka rezeki yang sederhana pun bisa menghadirkan kebahagiaan dan ketenteraman hidup. Sebaliknya, harta yang melimpah belum tentu membawa ketenangan apabila cara mendapatkannya tidak berkah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keberkahan berarti kebaikan yang terus bertambah dan membawa manfaat. Oleh karena itu, setiap muslim tidak hanya dianjurkan mencari rezeki sebanyak-banyaknya, tetapi juga memastikan bahwa rezeki yang diperoleh halal dan diberkahi oleh Allah SWT.

Dilansir detikHikmah dari buku Agar Harta Berkah dan Bertambah karya Didin Hafidhuddin, rezeki yang berkah dan tidak berkah dapat dilihat dan diamati. Salah satu ciri rezeki yang berkah adalah yang selalu bertambah.

ADVERTISEMENT

Sebaliknya, ada rezeki yang secara materi tampak besar, tetapi justru jauh dari keberkahan. Dalam kehidupan sehari-hari, kondisi ini bisa terlihat dari berbagai tanda dan dampaknya.

Makna Rezeki dalam Islam

Dalam Islam, rezeki memiliki makna luas. Tidak hanya berupa uang atau harta benda, tetapi juga dalam bentuk kesehatan, keluarga, ketenangan hati, ilmu, hingga waktu yang bermanfaat.

Dalam Al-Qur'an surah Hud ayat 6, Allah SWT berfirman,

۞ ΩˆΩŽΩ…ΩŽΨ§ مِن Ψ―ΩŽΨ§Ω“Ψ¨Ω‘ΩŽΨ©Ω فِى Ω±Ω„Ω’Ψ£ΩŽΨ±Ω’ΨΆΩ Ψ₯ΩΩ„Ω‘ΩŽΨ§ ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩ‰ Ω±Ω„Ω„Ω‘ΩŽΩ‡Ω Ψ±ΩΨ²Ω’Ω‚ΩΩ‡ΩŽΨ§ ΩˆΩŽΩŠΩŽΨΉΩ’Ω„ΩŽΩ…Ω مُسْΨͺΩŽΩ‚ΩŽΨ±Ω‘ΩŽΩ‡ΩŽΨ§ ΩˆΩŽΩ…ΩΨ³Ω’ΨͺΩŽΩˆΩ’Ψ―ΩŽΨΉΩŽΩ‡ΩŽΨ§ ۚ ΩƒΩΩ„Ω‘ΩŒ فِى كِΨͺَٰبٍ Ω…Ω‘ΩΨ¨ΩΩŠΩ†Ω

Artinya: "Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh)."

6 Ciri Rezeki yang Tidak Berkah

Berikut 6 ciri rezeki yang tidak membawa keberkahan menurut ajaran Islam.

1. Harta Banyak tetapi Hati Tidak Tenang

Mengutip buku Saatnya Mewujudkan Impian karya Iqro' Firdaus, salah satu tanda paling jelas dari rezeki yang tidak berkah adalah hilangnya ketenangan batin. Seseorang mungkin memiliki penghasilan besar, rumah mewah, atau usaha yang berkembang, tetapi hidupnya dipenuhi kecemasan dan kegelisahan.

Dalam Islam, ketenangan hati adalah bagian dari nikmat terbesar. Jika harta justru membuat seseorang stres, penuh ketakutan, dan jauh dari rasa syukur, maka itu bisa menjadi pertanda keberkahan telah berkurang.

2. Sulit Bersyukur dan Selalu Merasa Kurang

Rezeki yang berkah biasanya melahirkan rasa cukup dan syukur. Sebaliknya, rezeki yang tidak berkah sering membuat seseorang terus merasa kurang meski sudah memiliki banyak hal.

Dijelaskan dalam buku berjudul Setetes Embun Hikmah karya Muhammad Arham, bahwa sifat tamak dan tidak pernah puas membuat seseorang selalu mengejar dunia tanpa batas. Akibatnya, hidup terasa berat dan penuh ambisi yang melelahkan.

Padahal, Nabi Muhammad SAW bersabda, "Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya harta, tetapi kekayaan adalah hati yang merasa cukup." (HR Bukhari dan Muslim)

3. Rezeki Didapat dari Cara Haram

Dalam Islam, cara memperoleh rezeki sangat menentukan keberkahannya. Harta tidak akan membawa kebaikan jika berasal dari penipuan, riba, korupsi, suap, atau mengambil hak orang lain.

Meski di dunia tampak menguntungkan, rezeki semacam ini justru bisa menjadi sumber masalah dan kesempitan hidup.

4. Mudah Habis untuk Hal yang Tidak Bermanfaat

Ciri lain rezeki yang tidak berkah adalah harta cepat habis tanpa manfaat yang jelas. Penghasilan besar sering kali tidak terasa karena terus keluar untuk hal sia-sia, kerusakan, atau kebutuhan yang tidak penting.

5. Menjauh dari Ibadah dan Keluarga

Rezeki seharusnya membantu seseorang semakin dekat kepada Allah SWT. Namun, jika pekerjaan atau harta justru membuat lalai dari salat, sulit beribadah, dan mengabaikan keluarga, maka hal itu patut diwaspadai.

6. Tidak Membawa Manfaat bagi Orang Lain

Harta yang berkah biasanya akan memberi manfaat, baik bagi keluarga, kerabat, maupun orang yang membutuhkan. Sebaliknya, rezeki yang tidak berkah cenderung membuat seseorang semakin pelit, egois, dan enggan berbagi.

Padahal, sedekah dan membantu sesama justru menjadi jalan bertambahnya keberkahan.

Artikel ini telah tayang di detikHikmah, baca selengkapnya di sini

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Video: Doa agar Dikaruniai Rezeki yang Melimpah"
[Gambas:Video 20detik]
(mjy/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads