5 Hal Disampaikan ALS soal Kecelakaan Maut di Sumsel Tewaskan 16 Orang

Round Up

5 Hal Disampaikan ALS soal Kecelakaan Maut di Sumsel Tewaskan 16 Orang

Tim detikSumut - detikSumut
Jumat, 08 Mei 2026 07:29 WIB
Bus baru PO ALS pakai bodi Laksana dan sasis Mercedes-Benz
Ilustrasi Bus ALS (Foto: Dok. Laksana)
Medan -

16 orang tewas akibat kecelakaan maut bus Antar Lintas Sumatra (ALS) dengan truk tangki BBM di Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan (Sumsel). Korban meninggal dunia terdiri dari sopir, kernet, 12 penumpang bus ALS, sopir dan penumpang truk tangki.

Manajemen PT ALS menyampaikan beberapa hal terkait peristiwa kecelakaan tersebut. Salah satunya mengenai kondisi bus yang dianggap masih layak jalan meski sudah berusia di atas 20 tahun.

5 Hal Disampaikan PT ALS soal Kecelakaan Maut di Sumsel


1. Bus ALS Tabrakan di Sumsel Berusia 24 Tahun

Humas PT ALS Alwi Matondang menyebut kondisi bus yang tabrakan di Muratara dalam keadaan baik. Bus tersebut, kata dia, sudah ada sejak 2002 lalu atau kini sudah berusia 24 tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekitar 20 tahunan, dari tahun 2002," kata Alwi, Kamis (7/5/2026).

Alwi mengatakan, bahwa kondisi bus tersebut sangat terawat meskipun usianya sudah 24 tahun. Menurutnya, setiap bus selalu diperiksa sebelum diberangkatkan untuk beroperasi.

ADVERTISEMENT

"Kalau pengecekan itu setiap akan beroperasi pasti kami cek dulu. Semua komponen, seperti rem, kondisi ban, lampu, dan mesin, semuanya kami periksa," ujarnya.


2. ALS yang Kecelakaan di Sumsel Bus Cadangan

Alwi menambahkan bahwa bus yang mengalami kecelakaan tersebut merupakan bus cadangan yang digunakan apabila bus lain mengalami kendala. Meski demikian, bus itu masih masuk kategori layak jalan.

"Busnya masih layak. Posisinya sebagai bus cadangan. Jadi, ketika ada kebutuhan, misalnya ke Semarang, bus itu bisa diperbantukan," katanya.


3. Manajemen ALS Sebut Kecelakaan di Sumsel karena Sopir Hindari Lubang


Alwi mencari informasi mengenai penyebab kecelakaan bus ALS dengan truk tangki BBM yang menewaskan 16 orang. Informasi awal yang diterimanya, kecelakaan terjadi karena sopir bus ALS menghindari lubang di jalan.

"Berdasarkan informasi yang kami terima, bus kami menghindari lubang sehingga mengambil jalur berlawanan. Itulah yang menyebabkan kecelakaan," ucap Alwi.

Meski begitu pihak ALS masih menunggu informasi resmi dari pihak kepolisian. "Kalau informasi resmi dari kepolisian belum kami terima," katanya.

4. Bus ALS Kecelakaan di Sumsel Dijadwalkan Tiba 7 Mei

Alwi mengungkapkan bahwa bus ALS yang mengalami kecelakaan berangkat dari Semarang pada 3 Mei 2026 dan diperkirakan tiba di Medan pada 7 Mei 2026 apabila perjalanan berlangsung normal. Namun, saat berada di Sumatera Selatan, bus mengalami kecelakaan maut.

"Bus berangkat dari Semarang tanggal 3 Mei. Jika perjalanan normal, rencananya tiba di Medan hari ini, tanggal 7 Mei," ujarnya.

Selama perjalanan dari Jawa menuju Sumatera Utara, pihak perusahaan mengaku tidak menerima laporan adanya kendala berarti pada bus.

"Belum ada laporan kendala. Bus berangkat dari Semarang, melintasi Jakarta, lalu menuju Bengkulu, Lubuklinggau, Sumatera Selatan, kemudian ke Sumatera Barat. Setelah itu masuk ke Mandailing dan Sumatera Utara," jelasnya.

Sempat muncul dugaan adanya percikan api di dalam bus sebelum kecelakaan terjadi. Namun, pihak perusahaan belum dapat memastikan kabar tersebut.

"Kalau itu belum bisa dipastikan," ujarnya.

5. Kernet Bus ALS yang Selamat Trauma

Lebih lanjut Alwi mengaku sudah berkoordinasi atau berkomunikasi langsung dengan kernet bus yang selamat dari kecelakaan maut. Namun, kernet tersebut belum dapat memberikan banyak informasi.

"Untuk sementara, kami sudah bertanya kepada kernet, tetapi tampaknya dia masih trauma. Ketika kami hubungi semalam di kantor polisi, kondisinya belum stabil. Kami juga belum bisa memastikan informasi darinya," ucapnya.

Untuk diketahui, 16 orang dilaporkan tewas dalam kecelakaan antara Bus ALS dengan truk tangki BBM di di Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan. Dari 16 korban itu, 3 di antaranya adalah kru bus ALS.

"Informasi sementara 14 (penumpang ALS) meninggal, termasuk 3 kru (ALS), termasuk pengemudi," kata Humas PT ALS Alwi Matondang di Medan, Rabu (6/5).

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Keluarga Tes DNA untuk Identifikasi Korban Kecelakaan Bus ALS VS Truk"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads