Seorang pria asal Kota Binjai bernama Rasdy Fauzi (39) meninggal dunia di Kamboja. Kiki Tresia, istri Rasdy, berharap pemerintah memulangkan jenazah suaminya agar dimakamkan di Binjai.
Kiki Tresia mengatakan jika suaminya kerja sebagai scammer di Poipet, Kamboja, sejak Februari 2025. Rasdy disebut terpaksa berangkat karena terjerat kemiskinan setelah menganggur sejak akhir tahun 2024 lalu.
"Bulan Februari 2025, 2-3 bulanan itu buntu nyari kerja baru dia ke sana (Kamboja) ada kawannya nelpon, dibilang, tapi dia bilang aman, gaji nggak besar, tapi selalu ada gaji ya 300 Dollar per bulan," kata Kiki Tresia saat dihubungi, Rabu (6/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kiki dan keluarga besarnya sudah berupaya membujuk Rasdy agar tidak berangkat. Namun karena masalah kemiskinan, ia terpaksa berangkat karena beberapa bulan terakhir berhutang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Saat mau berangkat, ada calo yang mempersiapkan pengurusan Paspor Rasdy. Rasdy hanya diminta datang untuk foto di Imigrasi kemudian berangkat dari Bandara Kualanamu.
"Nggak ngurus Visa, cuma ngurus Paspor aja itupun dari temannya semua, temannya bilang udah ada yang buatkan paspor nanti temannya agen paspor nanti kau cuma foto aja di Imigrasi, habis itu nanti dia yang nyiapin semua," ujarnya.
Kiki menjelaskan jika Rasdy bakal pulang ke Indonesia bulan ini setelah mendapatkan bonus yang merupakan bagian dari gajinya yang di potong. Namun bonus tersebut tidak kunjung keluar.
"Aturannya di bulan 5 ini dia keluarlah bonus dia itu, itu yang diharapkan, saat razia sudah saya bilang pulang aja nggak apa-apa kita berhutang sana-sini yang penting pulang dulu untuk beli tiket, harusnya pulang ini pulang tapi karena harus nunggu bonus sekitar Rp 20-30 juta, kalau nggak nunggu bonus mungkin bulan kemarin udah bisa pulang," jelasnya.
Pada Minggu (3/5) dini hari, ia mendapat kabar dari kakak kandung Rasdy jika suaminya sudah meninggal dunia. Rasdy disebut meninggal karena asam lambung setelah stres karena bonus tidak kunjung keluar.
"Yang dapat kabar kakak saya karena ada beberapa teman mereka kenal, hari Minggu di jam 3 pagi. Dia bilang karena dia keknya stres karena bonus dia besar, jadi dia nggak makan-makan, asam lambung, kemudian dia pingsan terus nggak ada lagi (meninggal) di mess perusahaan scam di Poipet," ungkapnya.
Berdasarkan informasi dari temannya Rasdy, jenazah masih berada di mess dan belum mendapat bantuan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) setempat. Kiki berulang kali menghubungi pihak KBRI, namun hanya mendapat jawaban seadanya.
"Jenazah masih di situ (mess) belum ada yang masuk, tapi dari KBRI belum ada penjelasan. Mereka (KBRI) hanya bilang kalau mereka sudah menghubungi polisi itu aja jawaban dari beberapa hari lalu," ujarnya.
Kiki pun berharap agar Pemerintah Indonesia membantu memulangkan jenazah suaminya. Ia berharap jenazah suaminya dapat dimakamkan di Indonesia.
"Saya minta tolong kepada siapapun yang bisa membantu memulangkan jenazah suami saya biar saya bisa memakamkan jenazah dia di sini, keluarga besar berharap itu semua," tuturnya.
(niz/nkm)











































