Upaya Polisi Ungkap Penyebab Kecelakaan Tewaskan Eks Wakapolda Metro Jaya

Round Up

Upaya Polisi Ungkap Penyebab Kecelakaan Tewaskan Eks Wakapolda Metro Jaya

Finta Rahyuni - detikSumut
Sabtu, 25 Apr 2026 11:00 WIB
TKP kecelakaan Eks Wakapolda Metro Jaya  Brigjen (Purn) Raziman Tarigan. (Finta Rahyuni/detikSumut)
Foto: TKP kecelakaan Eks Wakapolda Metro Jaya Brigjen (Purn) Raziman Tarigan. (Finta Rahyuni/detikSumut)
Medan -

Purnawirawan polisi, Brigjen Raziman Tarigan (75) mengalami kecelakaan saat mengendarai ATV atau kendaraan bermotor roda empat di dekat tempat usaha miliknya di Jalan Melati Raya, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan. Nahasnya, Raziman harus kehilangan nyawanya dalam kecelakaan itu.

Peristiwa itu tepatnya terjadi pada Sabtu (18/4/2026) sore. Tidak ada yang melihat pasti saat Raziman mengalami kecelakaan.

Beberapa pedagang atau warga yang berada di lokasi baru mengetahui kecelakaan itu usai mendengar suara benturan keras. Penyebab kecelakaan yang menewaskan mantan Wakapolda Metro Jaya itu pun masih diselidiki polisi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seorang saksi mata bernama Joko (45) mengatakan kecelakaan itu terjadi sekira pukul 18.15 WIB. Saat kejadian, Joko tengah berjualan, tepatnya di depan usaha milik Raziman itu.

Joko mengaku tidak melihat langsung detik-detik kecelakaan itu karena tengah sibuk untuk mengemasi barang dagangannya. Namun, tiba-tiba dia mendengar suara benturan keras.

ADVERTISEMENT

Sontak Joko menoleh ke arah suara dan melihat Raziman telah tergeletak di tanah dan ATV yang dikemudikannya sudah terbalik. Joko mengaku langsung mengenali bahwa korban kecelakaan itu adalah Raziman begitu melihat ATV tersebut. Sebab, Raziman memang kerap keluar dengan mengendarai ATV itu.

"Bapak itu naik ATV, sendiri," kata Joko saat diwawancarai, Rabu (22/4).

Sepengetahuan Joko, Raziman baru saja pulang membeli makanan. Sebab, saat kejadian itu, makanan tersebut turut berserakan di jalan.

Joko bersama sejumlah warga lainnya pun membantu Raziman. Sepenglihatannya, Raziman mengalami luka di bagian kepala.

"Bagian kepalanya berdarah," kata Joko.

Joko tidak mengetahui pasti apakah korban ditabrak atau tidak karena tidak melihat langsung detik-detik kecelakaan itu. Namun, memang saat kejadian itu, ada pedagang yang melihat seorang pengendara sepeda motor melaju dengan kencang.

Meski begitu, dia tidak bisa memastikan apakah motor tersebut yang menabrak korban atau tidak.

Upaya Polisi

Kasat Lantas Polrestabes Medan AKBP Widodo mengatakan pihaknya tengah melakukan serangkaian penyelidikan terkait dengan kasus kecelakaan itu. Dari hasil pengecekan CCTV, korban mengemudikan ATV itu dengan pelan. Kecepatannya diperkirakan hanya sekitar 20 km/jam.

"Dari CCTV kecepatannya pelan, kecepatannya 20 km/jam, kira kira segitu," kata Widodo, Jumat (24/4).

Berdasarkan keterangan keluarga, kata Widodo, Raziman awalnya pergi membeli gorengan dan hendak pulang ke tempat usahanya itu. Pada saat itu, Raziman datang dari arah Simpang Pemda.

Widodo mengatakan ada sekitar 3 rekaman CCTV di sekitar lokasi yang telah diambil oleh pihaknya. CCTV ini hanya menjangkau sebelum terjadinya kecelakaan.

Pada CCTV pertama, terlihat saat korban tengah menaiki ATV. Lalu, pada saat itu, di belakang Raziman ada dua sepeda motor.

Lalu, kata Widodo, pada CCTV selanjutnya, terlihat saat dua sepeda motor itu telah mendahului korban dan belum terjadi kecelakaan.

Perwira menengah Polri itu mengatakan pihaknya masih berupaya untuk mengumpulkan CCTV, termasuk CCTV yang merekam langsung kecelakaan itu. Saat ini, polisi belum menemukan CCTV yang merekam langsung saat terjadinya kecelakaan itu.

Pihak kepolisian juga masih menyelidiki apakah korban mengalami kecelakaan tunggal atau melibatkan kendaraan lainnya.

"Belum (ditemukan), kita manfaatkan CCTV dari rumah-rumah warga, kita telusuri, kami pastikan dulu sesuai fakta-fakta," jelasnya.



(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads