Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tidak ada kenaikan harga BBM subsidi. Ia juga menyebut kenaikan BBM nonsubsidi yang sudah dijalankan tidak akan mendorong laju inflasi.
Hal itu dikarenakan BBM subsidi yang banyak digunakan masyarakat kecil dan kebutuhan logistik tidak dilakukan penyesuaian harga sehingga dapat mengendalikan inflasi.
Selain itu, dengan tidak naiknya harga BBM subsidi, lonjakan harga barang juga dapat diredam. Sehingga daya beli masyarakat akan terjaga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Waktu minyak dunia naik cuma kita nih yang nggak naikkin. Sekarang naik tapi yang nonsubsidi, yang subsidi kan nggak naik, tetap. Jadi inflasinya bisa dikendalikan. Manajemen cash bisa mendorong ekonomi dan tadi ketika harga-harga nggak naik, harga BBM utamanya yang subsidi nggak naik, inflasi juga nggak naik sehingga daya beli masyarakat terjaga," terang Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, dilansir detikFinance, Rabu (22/4/2026).
Purbaya juga menyebut masyarakat tergolong mampu membeli BBM nonsubsidi tidak diberikan stimulus lainnya.
"Yang non kenapa dikasih stimulus lagi? Nggak. Itu untuk mengurangi supaya pertama tadi nggak gelembung-gelembung amat ya dan yang kedua kan itu orang mampu ya biar aja," kata Purbaya.
Purbaya menyebut, selama ini masyarakat mampu yang masuk dalam desil 8-10 masih sering menikmati subsidi energi atau menggunakan BBM bersubsidi.
"Kalau kita hitung dari subsidi lain mereka udah harusnya kan subsidi untuk masyarakat kecil kan. Dari subsidi macam-macam itu mereka udah menikmati terlalu banyak. Mungkin kuartil desil 8, 9, 10 itu menikmati berapa persen ya? 30% subsidi saya lupa persennya. Tapi, kira-kira cukup besar hampir 30% subsidi yang kita kasih," jelas Purbaya.
Ia juga mengatakan masyarakat yang tergolong mampu mestinya tidak keberatan jika harga BBM non subsidi mengalami kenaikan.
"Jadi kalau yang mampu itu dikurangi harus bayar sedikit ya nggak apa-apa. Karena mereka memang mampu," katanya menambahkan.
Baca juga: Purbaya Pastikan BBM Subsidi Nggak Naik! |
