Para jemaah yang melaksanakan rukun Islam kelima akan melantunkan bacaan talbiyah haji. Adapun isi dari talbiyah tersebut yakni pernyataan menyambut ajakan Allah SWT untuk berhaji.
Dilansir detikHikmah dari buku 100+ Kesalahan dalam Haji dan Umrah oleh Nasaruddin Umar dan Indriya R Dani, membaca talbiyah berarti semata-mata memenuhi panggilan dan kehendak Allah SWT untuk beribadah kepada-Nya.
Jemaah haji membaca kalimat tersebut sejak melakukan ihram dan selama perjalanan menuju Makkah hingga sampai di Hajar Aswad. Namun pada saat tawaf, talbiyah tidak dibaca lagi melainkan diganti dengan doa.
Bacaan Talbiyah Haji
Dikutip dari buku Doa dan Zikir Sepanjang Tahun oleh Hamdan Hamedan, berikut bacaan talbiyah haji.
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ. لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ إِنَّ الْحَمْدَ والنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكُ لَا شَرِيكَ لَكَ.
Labbaikallaahumma labbaik. Labbaika laa syariika laka labbaik. Innal hamda wa ni'mata laka wal mulk, laa syariika lak.
Artinya: "Aku memenuhi panggilan-Mu, ya Allah aku memenuhi panggilan-Mu. Aku memenuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji dan nikmat adalah milik-Mu, begitu juga seluruh kerajaan, tiada sekutu bagi-Mu."
Bacaan Tambahan Talbiyah Haji
Dalam buku Haji an-Nabi oleh Syekh Muhammad Nashiruddin al-Albani terjemahan Khoeruddin, diterangkan bahwa jemaah haji bisa membaca talbiyah yang dilantunkan Nabi Muhammad SAW. Ada terdapat tambahan kalimat pada lafalnya dan dinilai lebih afdhal untuk dibaca.
Tambahan tersebut diperbolehkan berdasarkan sabda Nabi SAW terhadap orang-orang yang menambahkan ucapan talbiyah sebagaimana yang mereka ucapkan, "Labbaik dzal ma'arij, labbaik dzal fawâdhil (aku memenuhi panggilan-Mu Dzat yang memiliki gugusan bintang, aku memenuhi panggilan-Mu Dzat yang memiliki seluruh keutamaan).
Simak Video "Video: Barang Bukti Kabel Sutet Putus Pemicu 'Blackout' di Sumatera"
(mjy/mjy)