5 Manfaat Memiliki Side Hustle Selain Pekerjaan Utama di Era Digital

Dwi Puspa Handayani Berutu - detikSumut
Sabtu, 18 Apr 2026 05:00 WIB
Foto: Getty Images/iStockphoto/Iuliia Zavalishina
Medan -

Pernahkah kamu merasakan seolah gaji bulanan dari pekerjaan utama hanya sekadar hilang begitu saja? Atau mungkin kamu merasakan bahwa ada bakat yang tidak dimanfaatkan di tempat kerjamu? Kamu tidak sendirian dalam menghadapi hal ini.

Di era yang cepat berubah ini, mengandalkan satu sumber pendapatan saja semakin terasa berbahaya, lebih lagi dengan adanya ketidakpastian ekonomi yang kadang datang tiba-tiba.

Itulah sebabnya istilah kerja sampingan atau side hustle semakin populer, khususnya di kalangan generasi milenial dan Gen Z. Sekarang, kerja sampingan bukan lagi sekadar cara untuk bertahan hidup seperti di tahun 1950-an. Saat ini, side hustle telah berevolusi menjadi simbol kemandirian finansial dan kebebasan dalam mengekspresikan diri. Dengan adanya internet dan platform media sosial, siapa pun kini dapat berperan sebagai pembuat konten, dropshipper, atau freelancer hanya dengan memanfaatkan ponsel mereka.

Dilansir dari skripsi Persepsi Generasi Z Terhadap Side Hustle Affiliator Sebagai Pilihan Karir Di Era Gig Economy Oleh Kayla Keysha Oktora, manfaat memiliki side hustle jauh lebih dalam dibandingkan hanya menambah uang di rekening. Mulai dari berfungsi sebagai perlindungan saat situasi ekonomi sulit, hingga sebagai jembatan untuk mewujudkan bisnis impianmu. Lalu, apa saja alasan kuat yang mendorong untuk mulai mempertimbangkan peluang sampingan ini sekarang? Mari kita bahas satu per satu.

1. Jaring Pengaman Finansial yang Realistis

Menurut penelitian Physical and psychological hazards in the gig economy system: A systematic review. Safety Science oleh Taylor, K dkk, side hustle adalah solusi yang paling realistis di tengah ketidakpastian ekonomi yang ada. Pekerjaan utama mungkin memberikan gaji yang tetap, tetapi side hustle bertindak sebagai jaring pengaman. Jika sesuatu terjadi pada pekerjaan utama (seperti pemutusan hubungan kerja), kamu tidak akan langsung jatuh karena masih memiliki sumber penghasilan alternatif.

2. Fleksibilitas dan Kendali Penuh

Salah satu faktor utama yang mendorong banyak orang memasuki dunia ekonomi gig (seperti menjadi pembuat konten, dropshipper, atau pekerja lepas) adalah fleksibilitas yang didapat. Kamu menjadi penentu kapan dan bagaimana kamu akan bekerja. Aktivitas ini dapat dilakukan dari manapun asalkan terdapat koneksi internet. Semakin aktif kamu berkontribusi, semakin banyak keuntungan yang diperoleh. Itulah sebabnya Generasi Z lebih menyukai usaha sampingan; mereka sangat menghargai kebebasan dan kontrol terhadap hidup mereka sendiri.

3. Media Eksperimen dan Pengembangan Diri

Seringkali, pekerjaan utama kita bisa terasa sangat membosankan. Oleh karena itu, usaha sampingan merupakan tempat yang ideal untuk melepaskan hobi sekaligus meningkatkan kemampuan baru. Sebagai contoh, seorang staf administrasi yang menjalankan usaha sampingan sebagai desainer grafis. Ini tidak hanya menambah portofolio, tetapi menurut penelitian Exploring People's Intention to Become Platform-based Gig Workers: AAn Empirical Qualitative Study oleh Gandhi et al. (2018), banyak usaha sampingan yang dimulai dari sekadar hobi bisa berkembang menjadi bisnis mandiri yang lebih besar.

4. Solusi Pragmatis di Era Digital

Dengan memanfaatkan media sosial atau platform digital, siapa saja dapat menjadi afiliasi atau kurir online. Meskipun bersifat sementara dan tidak menawarkan keamanan sama seperti pekerjaan formal, kemudahan akses dan peluang pendapatan langsung menjadi daya tarik yang sulit ditolakkan bagi mereka yang memerlukan uang dengan cepat atau ingin menambah tabungan.

5. Perubahan Karier Masa Depan

Side hustle kini tidak hanya sebatas sebagai pelengkap atau "pekerjaan sambilan". Ini menjadi simbol perubahan dalam cara pandang terhadap pekerjaan. Di masa mendatang, karier yang berkelanjutan tidak selalu berarti bekerja di satu perusahaan selama dua dekade, melainkan memiliki beragam sumber pendapatan (multi-stream income) yang sesuai dengan perubahan zaman.

Memiliki side hustle memang bisa menjadi sebuah tantangan, tetapi keuntungan yang diperoleh jauh lebih signifikan dibandingkan sekadar angka di dalam rekening bank. Ini adalah pendekatan cerdas untuk memastikan kamu tetap terkoneksi di tengah segala perubahan yang terjadi. Kamu tidak lagi bergantung hanya pada satu organisasi, namun memiliki kontrol penuh atas keterampilan dan waktu yang kamu miliki.

Ingatlah, tidak diperlukan untuk menjadi seorang pakar agar dapat mulai menjalani usaha sampingan. Banyak orang yang berhasil memulai proyek sampingan mereka hanya dari hobi yang dikelola secara rutin di antara waktu kerja. Dalam era digital ini, satu-satunya batasan adalah seberapa berani kamu untuk mengeksplorasi kesempatan baru yang tersedia.

Oleh karena itu, alih-alih menghabiskan waktu luang dengan berselancar di media sosial tanpa tujuan yang jelas, mengapa tidak mencoba menjadikannya sebagai sumber pendapatan? Mulailah dari hal-hal kecil, fokus pada prosesnya, dan saksikan sendiri bagaimana usaha sampingan dapat mengubah pandanganmu tentang karier dan masa depan.

Artikel ini ditulis oleh peserta magang Kemnaker, Dwi Puspa Handayani Berutu di detikcom



Simak Video "Video: Bertahan Hidup di Jakarta dengan Side Hustle"

(nkm/nkm)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork