BPBD Sumbar Imbau Warga di 17 Daerah Waspada Hujan Picu Banjir Bandang-Longsor

Sumatera Barat

BPBD Sumbar Imbau Warga di 17 Daerah Waspada Hujan Picu Banjir Bandang-Longsor

Jeka Kampai - detikSumut
Kamis, 16 Apr 2026 17:39 WIB
Aerial view of a man with umbrella walking under heavy rain. High resolution 42Mp outdoors digital capture taken with SONY A7rII and Canon EF 70-200mm f/2.8L IS II USM Telephoto Zoom Lens
Foto: Ilustrasi hujan. (Getty Images/fcafotodigital)
Padang -

BPBD Sumatera Barat (Sumbar) mengingatkan warga di 17 kabupaten/kota untuk waspada dengan potensi bencana di wilayah tersebut. Potensi bencana itu mulai dari banjir bandang hingga tanah longsor.

Sekretaris BPBD Sumbar Ilham Wahab menyatakan, berdasarkan informasi dari BMKG, sebagian besar wilayah Sumbar masih berpotensi dilanda hujan sedang hingga lebat, kecuali Kabupaten Solok Selatan dan Dharmasraya.

"Sesuai informasi yang disampaikan BMKG, daerah kita masih berpotensi untuk terjadinya hujan (intensitas) sedang hingga lebat. Seluruh daerah, kecuali Kabupaten Solok Selatan dan Dharmasraya," kata Ilham dalam keterangan yang diterima detikSumut, Kamis (16/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia pun mengimbau warga untuk waspada dan mengevakuasi diri apabila intensitas hujan semakin tinggi.

ADVERTISEMENT

"Dari 19 kabupaten kota, berarti 17 kabupaten kota bisa terjadi hujan sedang hingga lebat. Tentu kita menghimbau seluruh masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana terutama di bantaran sungai atau tebing. Jika terjadi hujan dengan intensitas lebat harap berhati-hati dan dihimbau bisa mengevakuasi diri ke tempat yang lebih aman," harap Ilham Wahab.

Sebelumnya, banjir dilaporkan terjadi di Nagari Simpang Alahan Mati (Simpati), Kabupaten Pasaman. Dua orang yang sedang berada dalam mobil, hanyut terseret banjir.

Hingga siang ini, baru satu yang ditemukan. Satu lainnya masih dalam pencarian.

Koordinator Pos SAR Pasaman, Novi Yurandi menyebut, salah satu korban adalah Meji Ardi (37), orang tua salah satu wisudawan di UIN Bukititnggi. Korban bermaksud hendak pergi ke kampus menyaksikan anaknya yang wisuda pada hari ini.

Namun, dalam perjalanan dari Pasaman menuju Bukittinggi pada Selasa (14/4/2026), kendaraan yang ditumpanginya dihantam banjir, yang menyebabkan korban terseret bersama satu orang lainnya lainnya bernama Dewi Hayati (50 tahun).

"Korban ini sebenarnya berbeda keluarga, Mereka dalah tetangga yang ingin pergi wisuda ke Bukittinggi," katanya.



(mjy/mjy)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads