5 Tewas Akibat Longsor di Sibolangit hingga 2 Wanita Lompat dari Angkot di Medan

Gorengan Sore

5 Tewas Akibat Longsor di Sibolangit hingga 2 Wanita Lompat dari Angkot di Medan

Tim detikSumut - detikSumut
Jumat, 10 Apr 2026 16:30 WIB
Gorengan Sore 10 April 2025. (Tim detikSumut)
Foto: Gorengan Sore 10 April 2025. (Tim detikSumut)
Medan -

Berbagai peristiwa menarik terjadi di wilayah Sumatera bagian Utara (Sumbagut) dalam sepekan terakhir. Hal ini diulas detikSumut dalam program Live Streaming 'Gorengan Sore'.

Dipandu Nur Akmal sebagai host dan Ahmad Arfah Fansuri Lubis sebagai narasumber, obrolan dalam 'Gorengan Sore' kali ini membahas tentang beberapa peristiwa yang terjadi dalam sepekan terakhir.

Ada tiga peristiwa atau berita utara yang dibahas yakni peristiwa longsor dan banjir yang terjadi di Sibolangit, Deli Serdang; kasus pembunuhan ayah kandung yang dilakukan seorang remaja di Bengkalis, Riau dan kasus viral dua wanita lompat dari angkot di Medan karena diancam parang oleh seorang pria tak dikenal. Berikut rangkumannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

5 Tewas Akibat Longsor di Sibolangit

Hujan deras yang mengguyur wilayah Sembahe sejak Selasa malam membawa duka yang begitu dalam. Tanah di Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, tak lagi mampu menahan beban air. Longsor pun terjadi, menghantam rumah-rumah warga yang berdiri di sana.

Di tengah gelap dan derasnya hujan, musibah itu merenggut enam orang. Lima di antaranya tak berhasil diselamatkan. Satu korban lainnya berhasil selamat dan menjalani perawatan di rumah sakit setelah mengalami luka-luka akibat tertimbun material longsor. Kelima korban tewas diketahui masih satu keluarga.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas Medan, Hery Marantika, menyampaikan bahwa para korban merupakan warga yang rumahnya tertimbun longsor. Tim penyelamat bekerja tanpa henti sejak malam kejadian, menyisir timbunan tanah dan puing demi menemukan korban.

ADVERTISEMENT

Tak hanya longsor, banjir juga ikut memperparah situasi. Material lumpur dan pohon tumbang sempat menutup akses jalan di kawasan tersebut. Namun, berkat kerja keras petugas, jalur yang sempat terputus kini sudah kembali bisa dilalui.

Di lokasi kejadian, tim gabungan dari Brimob, Basarnas, kepolisian, TNI, dan warga setempat bahu-membahu melakukan pencarian dan evakuasi. Sejak malam hingga pagi, mereka terus bergerak, berharap masih ada yang bisa diselamatkan, meski kenyataan pahit harus diterima.

Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak turun langsung mengecek lokasi longsor, Rabu (8/4/2026). Menurut Calvijn, 9 rumah warga rusak akiba longsor yang terjadi usai hujan deras sejak malam di wilayah itu. Berdasarkan hasil pengecekan sejauh ini, tidak ada lagi korban yang dilaporkan hilang. Meski begitu, pihaknya bersama tim SAR gabungan akan memastikannya.

Berdasarkan data Basarnas, para korban yang tewas, yakni Rizki Sembiring (14), Gobal (39), Boy Simorangkir (48), Rosilawati Ginting (48), dan Jamilah Ginting (49). Sementara korban selamat bernama Sehat Br Tarigan (70).

Anak Tebas Leher Ayah Hingga Tewas di Bengkalis

Berita lain yang terjadi di wilayah Sumatera Bagian Utara yang dibahas di Gorengan Sore Jumat ini yaitu, peristiwa tragis yang terjadi di Bengkalis, Riau.

Seorang remaja berinisial RM, tega menebas bapak kandungnya hingga tewas. RM pun kini telah ditangkap pihak kepolisian.

Korban bernama Rijal Pasaribu (47) tewas ditebas RM di rumahnya, di Desa Tasik Serai, Talang Muandau, Selasa (7/4) kemarin. Korban tewas dengan luka di leher dan tubuh lainnya.

Polisi juga mengungkap motif pelaku tega menebas leher ayah kandungnya tersebut.

Menurut Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Siregar, Rabu (8/4/2026), motif sementara yang terungkap, pelaku membunuh korban usai korban bertengkar hebat dengan ibu pelaku atau istri korban. Pelaku mengaku sakit hati karena korban kerap menganiaya ibunya.

Dari pemeriksaan, motif lain yang terungkap bahwa korban dan istrinya sering cekcok. Korban kerap minta uang untuk membeli minuman keras. Hal itu terjadi berulang kali.

2 Wanita Lompat dari Angkot di Medan hingga Luka

Balik ke Wilayah Medan, peristiwa kriminal kembali terjadi di ibukota Sumatera Utara tersebut. Dua wanita yang menumpang angkot ditodong dengan parang oleh seorang pria tak dikenal. Takut menjadi korban kekerasan, keduanya pun nekat melompat dari dalam angkot tersebut hingga keduanya mengalami luka.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (7/4/2026) siang. Kedua perempuan itu diketahui bernama Novianti dan Erika. Salah satu di antaranya disebut merupakan seorang mahasiswi. Saat ini, para korban telah membuat laporan ke Polsek Medan Labuhan.

Kejadian tersebut viral di media sosial. Dalam video yang beredar, tampak wanita tergeletak dengan kondisi luka-luka. Setelah itu, tampak wanita lain yang diangkat dari dalam angkot ke atas tempat tidur di rumah sakit. Wajah Wanita itu luka dan disebut tak sadarkan diri.

Di video lain, tampak seorang pengendara sepeda motor mengejar angkot bernomor 81. Setelah motor mendekat, terlihat ada seorang pria yang duduk di kursi penumpang tengah menodongkan senjata tajam ke sopir angkot yang tengah melaju itu. Penodongan sopir angkot itu disebut berkaitan dengan kejadian dua wanita yang melompat dari angkot.

Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan Iptu Hamzar Nodi menjelaskan, peristiwa itu berawal saat korban naik angkot nomor 81 dari Simpang Martubung menuju pusat Kota Medan. Berdasarkan informasi sementara yang diterima pihaknya, di dalam angkot itu tidak hanya ada kedua perempuan, tapi ada satu penumpang laki-laki.

Penumpang angkot yang laki-laki itu belum diketahui kondisinya karena belum ada melapor ke petugas kepolisian.

Pelaku melancarkan aksinya tak jauh dari Simpang KIM, Jalan Yos Sudarso, Medan dengan menodongkan parang sambil mengancam korban. Pelaku mengancam korban menggunakan senjata tajam jenis parang untuk merampas barang berharga korban.

Hamzar menyebut korban ketakutan dan memutuskan untuk melompat. Awalnya, korban Novianti melompat dari angkot di sekitar SPBU Simpang Kayu Putih. Tak lama setelah itu, kedua korban lainnya pun menyusul. Pada saat kejadian itu, kata Hamzar, pelaku sempat mengambil telepon seluler korban.

Polisi masih menyelidiki kasus itu dan mendalami apakah ada kemungkinan sopir angkot bersekongkol dengan pelaku. Belum da informasi lebih lanjut terkait kasus ini.

Untuk kondisi Kedua wanita itu, jelas Hamzar, keduanya mengalami luka lecet dan sempat mendapatkan pengobatan di rumah sakit.

Detikers, tetap berhati-hati di mana pun berada, ya. Jangan lupa terus saksikan program Gorengan Sore detikSumut yang tayang melalui live Instagram dan TikTok setiap Jumat pukul 15.00 WIB. Setiap pekannya mengulas berita-berita terkini yang terjadi di wilayah Sumatera Bagian Utara.

Jangan lupa juga follow akun media sosial detikSumut, biar nggak ketinggalan informasi.



(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads