Pernahkah Anda berada dalam keadaan santai di ruang tamu, kemudian secara tiba-tiba perhatian teralihkan pada sudut dinding yang tampak kotor dengan bercak hitam yang merambah?cin? Jika demikian, itu adalah pertanda dinding rumah Anda terinfeksi oleh jamur dan lumut.
Di negara yang memiliki iklim tropis seperti Indonesia, masalah ini adalah hal biasa tetapi tidak boleh diremehkan. Kelembapan udara yang tinggi, terutama di luar kisaran ideal 40% hingga 60%, menjadi faktor yang mempercepat pertumbuhan mikroorganisme.
Dinding yang lembap tidak hanya memberikan tampilan yang tidak sedap dipandang, tetapi juga merupakan tanda bahwa kekuatan bangunan Anda mungkin sedang terancam oleh pelapukan. Menurut buku Home repairing oleh Tim Penulis Griya Kreasi, selain faktor iklim, jamur biasanya muncul di lokasi-lokasi yang sering terkena air, seperti area wastafel, kamar mandi, atau dinding luar yang terkena percikan hujan.
Namun, penyebab lebih serius sering kali tidak terlihat, seperti atap yang bocor atau fenomena air tanah yang dapat naik ke dinding akibat fondasi yang kurang kedap air. Jika Anda memiliki Hygrometer Digital, Anda akan menemukan bahwa ruangan yang berjamur pasti memiliki konsentrasi uap air yang tinggi.
Cara Menghilangkan Jamur di Dinding Rumah
Jangan terburu-buru menutupinya dengan cat baru. Mengecat dinding yang masih terkena jamur sama dengan menyembunyikan luka di bawah plester tanpa pengobatan; jamur akan kembali tumbuh dan merusak cat Anda. Berikut adalah langkah "operasi" mandiri yang dapat Anda lakukan:
1. Persiapan Alat dan Bahan
Sebelum memulai, pastikan semua "amunisi" berikut sudah siap agar proses pengerjaan berjalan lancar:
- Masker dan sarung tangan karet.
- Kaporit atau cairan pemutih pakaian.
- Cairan khusus antijamur dan antilumut.
- Kape sekrap, sikat kering, kain lap, dan bak cat.
- Kuas dan roller.
Produk Cat:
- Cat dasar (wall alkali sealer).
- Cat finishing anti jamur (tipe weatherproof, weathershield, weathercoat, atau easyshield)
Simak Video "Video: Mulai Juni 2025, RS Akan Terapkan KRIS BPJS Kesehatan"
(astj/astj)