Regional

STY Ikut Ramaikan Pacuan Kuda di Bantul

Pradito Rida Pertana - detikSumut
Minggu, 05 Apr 2026 02:00 WIB
STY mengibarkan bendera start di pacuan kuda Bantul (Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja)
Bantul -

Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (STY), turut memeriahkan ajang pacuan kuda yang digelar di Bantul. Dalam kesempatan tersebut, ia tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi juga dipercaya untuk mengibarkan bendera start sebagai tanda dimulainya lomba.

Berdasarkan pantauan di lokasi, STY tampil dengan kemeja lengan panjang bermotif kotak-kotak biru, dipadukan dengan celana hitam, kacamata hitam, serta topi koboi berwarna hitam. Ia kemudian naik ke podium dan mengibarkan bendera sebagai penanda dimulainya Indonesia's Horse Racing (IHR) Triple Crown Serie I & Pertiwi Cup 2026 yang berlangsung di Lapangan Pacuan Kuda Sultan Agung, Bantul.

STY mengaku sangat senang bisa berkunjung ke Yogyakarta. Ia menyebut kunjungannya kali ini merupakan pengalaman pertamanya datang ke Kota Gudeg, khususnya ke wilayah Bantul.

"Ini menjadi pengalaman pertama saya menonton pacuan kuda," katanya di kompleks Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, dilansir detikJogja, Sabtu (4/4/2026).

Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan acara tersebut yang dinilainya berjalan dengan baik. Menurutnya, para joki dan kuda yang tampil menunjukkan performa yang mengesankan dan profesional.

"Jadi saya sangat bergembira dan ini kehormatan tersendiri bagi saya bisa melihat pacuan kuda di Jogja," ujarnya.

Lebih lanjut, STY menilai bahwa pacuan kuda memiliki unsur strategi dan taktik yang kuat, mirip dengan pertandingan sepak bola.

"Pertama kali menonton pacuan kuda, dan ini sangat mirip seperti sepakbola karena ada strategi dan taktik," ucapnya.

"Jadi startnya seperti apa, kudanya juga harus dikontrol dengan baik dan terakhir finishing harus mungkin lebih baik, sehingga sangat-sangat mirip dengan taktik dan strategi sepakbola," lanjut STY.

Sementara itu, Managing Director Sarga Group, Nugdha Achadie, menyebut kehadiran STY mencerminkan semangat "Race to the World Stage" yang diusung dalam IHR 2026. Tema tersebut bertujuan mendorong pacuan kuda Indonesia agar mampu bersaing di level internasional.

"Kami berharap kehadiran STY menginspirasi kita semua untuk dapat terus bekerjasama membawa kualitas pacuan kuda Indonesia menuju standar dunia," katanya.

Nugdha menambahkan, ajang ini diikuti oleh 138 ekor kuda dari berbagai daerah di Indonesia. Kompetisi tersebut mempertandingkan total 18 kelas, yang terdiri dari 10 kelas berdasarkan kelompok umur dan 8 kelas berdasarkan ketinggian kuda, dengan total hadiah mencapai Rp 580 juta.



Simak Video "Video Puji STY, Herdman Ngaku Tinggal Poles Mental dan Standar Pemain Top"

(nkm/nkm)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork