Stadion Teladan Medan menjadi salah satu ikon olahraga di Kota Medan yang menyimpan jejak sejarah panjang, mulai dari era awal pembangunan pascakemerdekaan hingga menjadi saksi berbagai pertandingan bergengsi tingkat nasional dan internasional.
Saat ini, Stadion Teladan Medan tengah menjalani proses renovasi dan pembenahan di berbagai sisi. Perbaikan ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan menjelang rencana penggunaan stadion sebagai venue ajang Piala AFF U-19 mendatang.
Di balik renovasi tersebut, bagaimana sebenarnya sejarah Stadion Teladan Medan? Berikut penjelasannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dosen Sejarah Universitas Sumatera Utara, Kiki Maulana Affandi, menjelaskan bahwa sebelum keberadaan Stadion Teladan, Kota Medan telah memiliki sejumlah fasilitas olahraga sejak masa kolonial Belanda.
"Kota Medan memiliki beberapa lapangan olahraga. Sejak masa pemerintahan Belanda sudah ada Lapangan Sepakbola Kebon Bunga, dan Lapangan Pacuan Kuda. Saat ini terdapat Stadion Sepakbola Teladan Medan," ujar Kiki pada detikSumut, Jumat (17/4/2026).
Dibangun untuk PON III Medan
Ia mengungkapkan, Stadion Teladan mulai dibangun pada 1951 dan rampung pada 1953 untuk mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) III di Medan.
"Stadion Teladan Medan mulai dibangun pada 1951 dan selesai pada 1953 sebagai lokasi penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) III Medan. Stadion ini juga dikenal sebagai homebase klub sepakbola berjuluk Ayam Kinantan, PSMS Medan," jelasnya.
Sejak saat itu, stadion ini menjadi markas kebanggaan PSMS Medan, klub legendaris yang telah melahirkan banyak pemain besar di kancah sepak bola nasional.
Dirancang Arsitek Liem Ban Tjie
Dari sisi arsitektur, stadion ini dirancang oleh arsitek ternama Liem Ban Tjie, yang juga dikenal merancang Lapangan Ikada di Jakarta.
"Stadion ini dirancang oleh arsitek yang juga merancang Lapangan Ikada di Jakarta, Liem Ban Tjie. Stadion ini dinamakan Stadion Teladan karena terletak di Kelurahan Teladan Barat, ada pula cerita dinamakan teladan agar menjadi teladan bagi masyarakat Medan," katanya.
Saksi Laga Internasional Bergengsi
Sepanjang sejarahnya, Stadion Teladan telah menjadi tuan rumah berbagai ajang sepak bola bergengsi. Salah satunya adalah Marah Halim Cup, kompetisi internasional yang digagas oleh Gubernur Sumatera Utara periode 1967-1978.
"Sepanjang sejarahnya stadion ini menyelenggarakan event-event sepakbola nasional dan internasional. Selain penyelenggaraan PON ke-3, Stadion Teladan pernah menjadi lokasi Kompetisi Marah Halim Cup, satu kompetisi sepakbola yang digagas oleh Gubernur Sumatera Utara periode 1967-1978. Marah Halim Cup berlangsung sejak 1972 hingga 1995 ini pada 1974 terdaftar pada agenda kalender FIFA sehingga even ini diikuti oleh klub sepakbola luar negeri," ungkapnya.
Momen bersejarah lainnya terjadi pada 1975, ketika PSMS Medan berhasil mengalahkan Ajax Amsterdam dengan skor 4-2 di Stadion Teladan. Selain itu, pada 1996, Timnas Indonesia juga pernah menjajal kekuatan klub Italia, Sampdoria, di stadion yang sama.
Menuju Kompleks Olahraga Modern
Kini, Stadion Teladan Medan tengah menjalani proses renovasi dan perluasan di berbagai sisi. Harapannya, stadion ini tidak hanya menjadi venue pertandingan, tetapi juga berkembang sebagai kompleks olahraga yang dapat dimanfaatkan masyarakat luas.
"Saat ini Stadion Teladan Medan sedang dilakukan renovasi dan perluasan di berbagai sudut stadion. Ke depan berharap stadion ini bisa menjadi kompleks olahraga yang dapat digunakan dan diakses publik warga kota," pungkasnya.
Dengan sejarah panjang dan berbagai momen bersejarah yang pernah terjadi, Stadion Teladan Medan tidak hanya menjadi fasilitas olahraga, tetapi juga simbol kebanggaan dan perjalanan sepak bola di Sumatera Utara (Sumut).
Artikel ini ditulis Nanda M Marbun, Peserta Maganghub Kemnaker di detikcom
(nkm/nkm)











































