Studi Ungkap Perubahan Pola Hidup Sehat Bisa Pangkas Risiko Sakit Jantung

Studi Ungkap Perubahan Pola Hidup Sehat Bisa Pangkas Risiko Sakit Jantung

Sarah Oktaviani Alam - detikSumut
Jumat, 03 Apr 2026 21:00 WIB
olahraga pakai perangkat atau smartwatch. Olahraga dengan beban atau angkat beban (latihan beban).
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta -

Penyakit stroke dan jantung yang dialami manusia terjadi karena pola hidup yang tidak sehat. Dalam sebuah penelitian terungkap bahwa dengan menjalankan pola hidup sehat maka risiko terkena serangan jantung hingga stroke dapat ditekan.

Penelitian itu dilakukan tim dari Sydney University. Dalam penelitian itu dikaji kombinasi tiga faktor, yakni tidur, pola makan, dan aktivitas fisik, bisa mempengaruhi kesehatan kardiovaskular. Sebelumnya, masing-masing faktor telah diketahui berkontribusi secara individual terhadap kesehatan jantung.

Berdasarkan analisis pada 53.242 peserta dengan usia rata-rata 63 tahun, hasil studi menunjukkan bahwa penambahan 11 menit tidur, aktivitas fisik sedang hingga berat selama 4,5 menit, serta seperempat cangkir sayuran setiap hari dikaitkan dengan penurunan 10 persen risiko kejadian kardiovaskular utama dalam delapan tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kejadian tersebut meliputi serangan jantung, stroke, dan gagal jantung. Meski penelitian ini tidak membuktikan hubungan sebab-akibat, data menunjukkan korelasi antara tiga kebiasaan tersebut dengan penurunan risiko secara keseluruhan.

"Kami menunjukkan bahwa menggabungkan perubahan kecil di beberapa area kehidupan kita dapat memberikan dampak positif yang sangat besar pada kesehatan kardiovaskular kita," kata ilmuwan nutrisi Nicholas Koemel dari Sydney University.

ADVERTISEMENT

"Ini adalah kabar yang sangat menggembirakan karena melakukan beberapa perubahan kecil yang digabungkan kemungkinan lebih mudah dicapai dan berkelanjutan bagi kebanyakan orang, dibandingkan dengan mencoba perubahan besar dalam satu perilaku," sambungnya dalam studi yang dipublikasikan di European Journal of Preventive Cardiology.

Target Ideal untuk Hasil Lebih Maksimal

Bagi yang ingin mencapai hasil lebih optimal, studi ini juga mengungkap kombinasi yang ideal. Itu terdiri dari:

  • Tidur selama 8-9 jam per malam.
  • Aktivitas fisik sedang hingga berat minimal 42 menit per hari.
  • Kualitas diet yang moderat.

Kombinasi tersebut dikaitkan dengan penurunan hingga 57 persen risiko kejadian kardiovaskular utama selama delapan tahun masa tindak lanjut, dibandingkan dengan kondisi kesehatan paling tidak optimal.

Aktivitas fisik sedang hingga berat mencakup jalan cepat, naik tangga, atau membawa belanjaan. Sementara kualitas diet dinilai dari konsumsi buah, sayur, ikan, biji-bijian utuh lebih tinggi, asupan daging olahan, serta minuman manis yang lebih rendah.


Peneliti juga menekankan bahwa ketiga faktor ini saling berkaitan. Misalnya, aktivitas fisik yang lebih baik dapat membantu meningkatkan kualitas tidur.

Analisis ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana kebiasaan sehat bekerja secara bersamaan dalam memengaruhi risiko penyakit.

Penyakit kardiovaskular sendiri masih menjadi penyebab utama kematian di dunia. Para ahli terus meneliti berbagai faktor risiko serta cara pencegahan yang lebih efektif.

Temuan ini menegaskan bahwa langkah kecil yang konsisten dalam rutinitas harian dapat memberikan manfaat nyata bagi kesehatan jantung.

"Melakukan perubahan kecil sekalipun dalam rutinitas harian kita kemungkinan akan memberikan manfaat kardiovaskular serta menciptakan peluang untuk perubahan lebih lanjut dalam jangka panjang," beber Koemel.

"Saya akan mendorong orang untuk tidak mengabaikan pentingnya melakukan satu atau dua perubahan kecil pada rutinitas harian Anda, sekecil apa pun perubahan itu," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Makanan dan Minuman yang Dibenci Ginjal, Baiknya Porsi Dijaga"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads