Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menyebut kini sudah tidak ada pengungsi bencana alam yang menempati tenda pengungsian. Para pengungsi disebut sudah pindah ke hunian tetap maupun hunian sementara, ataupun rumah kontrakan yang difasilitasi pemerintah.
"Sumut sudah zero pengungsi. Pengungsi yang sebelumnya berada di tenda, sudah menghuni huntara, huntap, ada juga yang mengontrak rumah sementara dengan dana yang disediakan pemerintah," ujar Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sumut, Basarin Yunus Tanjung, dalam keterangannya, Selasa (31/3/2026).
Basarin menyebut, pembangunan hunian saat ini masih terus dipercepat di berbagai wilayah terdampak bencana di kabupaten/kota se-Sumut. Pemerintah, sebut Basarin, menargetkan seluruh korban segera menempati hunian permanen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini sudah ada 120 unit huntap di Desa Hapesong, Kabupaten Tapanuli Selatan, yang diserahkan kepada masyarakat terdampak.
"Minggu lalu telah diserahkan 120 unit huntap di Desa Hapesong, Tapsel, kepada masyarakat terdampak. Sisa hunian tetap lainnya terus dikebut pembangunannya," ungkapnya.
Basarin menjelaskan pembangunan huntap dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, institusi negara, hingga sektor swasta.
"Percepatan terus kita lakukan bersama swasta dan institusi negara. Kita berharap kolaborasi ini terus terjaga, sehingga masyarakat terdampak bencana dapat segera pulih dan kembali menjalani kehidupan normal," jelasnya.
