Saran Dokter untuk Pilihan Olahraga Bakar Kalori Usai Lebaran

Saran Dokter untuk Pilihan Olahraga Bakar Kalori Usai Lebaran

An Uyung Pramudiarja - detikSumut
Minggu, 29 Mar 2026 06:37 WIB
Im here to workout
Foto: Getty Images/PeopleImages
Jakarta -

Usainya momen perayaan Lebaran sering kali menyisakan perasaan bersalah akibat konsumsi makanan tinggi kalori yang berlebihan. Kondisi ini memicu banyak orang untuk melakukan "balas dendam" melalui olahraga intensitas tinggi atau olahraga brutal demi membakar kalori secara instan.

Namun, ambisi untuk mendapatkan hasil cepat ini justru dinilai berisiko. Praktisi kedokteran olahraga, Dr. dr. Listya Tresnanti Mirtha, SpKO, Subsp A.P.K, MARS, menegaskan bahwa memaksakan aktivitas fisik berat secara tiba-tiba bukanlah langkah yang tepat.

Dokter yang akrab disapa dr. Tata ini menjelaskan bahwa kunci olahraga yang aman dan efektif terletak pada kesabaran dan proses yang terukur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bagaimanapun juga, yang bener adalah start low go slow," jelasnya dalam program detikpagi, Rabu (25/3/2026) seperti dilansir detikHealth.

Ia menambahkan bahwa dalam dunia medis, terdapat metodologi khusus dalam menyusun program latihan agar tubuh tidak mengalami syok atau cedera.

ADVERTISEMENT

"Dalam praktik kedokteran olahraga kita mengenal istilah progressive dan overload. Kita harus menaikkannya secara bertahap," lanjut dr. Tata.

Secara teknis, olahraga memang membutuhkan elemen overload atau pemberian beban fisik sebagai tantangan bagi tubuh. Namun, beban tersebut wajib ditingkatkan secara progresif, dimulai dari intensitas paling ringan (low) lalu meningkat secara perlahan (slow).

Dokter Tata mengingatkan bahwa memaksakan hasil dalam waktu singkat justru tidak akan memberikan dampak positif jangka panjang. Hal ini mengingat metabolisme tubuh telah mengalami penyesuaian selama satu bulan penuh saat menjalankan ibadah puasa sebelum tiba di hari Lebaran.

Menurutnya, fokus utama masyarakat saat ini seharusnya bukan sekadar membakar kalori sisa opor atau rendang, melainkan membangun kembali ritme hidup yang sehat.

"Sebenarnya tantangannya adalah kembali ke pola hidup yang lebih aktif dan lebih konsisten," pungkasnya.




(afb/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads