Jalan rusak di sepanjang jalur Rokan Hulu di Riau dengan Padang Lawas di Sumatera Utara membuat was-was para pemudik. Bagaimana tidak, jalan berlubang parah terlihat di sejumlah titik dan tak ada perbaikan.
Pantauan detikSumut, kerusakan terjadi di kedua kabupaten yang bikin bahaya setiap melintas. Apalagi, pemudik yang melintasi jalur pada malam hari dan minimnya lampu jalan.
Contohnya di Desa Pasir Julu, Sosa Julu Padang Lawas yang rusak dan amblas bertahun-tahun tak kunjung ada perbaikan. Padahal, jalur itu tidak jauh dari ibu kota Kabupaten Padang Lawas, yakni Sibuhuan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kerusakan terjadi hingga ke wilayah batas Provinsi Riau. Jalan tampak rusak parah tepat di perbatasan yang berdiri kokoh satu buah gapura permanen sebagai tanda dari batas administrasi kedua provinsi.
"Jalur mudik ini sudah bertahun-tahun tak ada perbaikan. Kami setiap tahun mudik, kondisinya memang rusak begini, bahaya," ujar seorang pemudik, Ahmad saat ditemui detikSumut, Rabu (25/3/2026).
Ahmad yang mudik dari Pelalawan, Riau itu mengaku prihatin melihat kondisi jalan di kedua wilayah perbatasan. Terlebih, banyak masyarakat melintas di jalur itu saat mudik-balik lebaran.
"Harusnya diperbaiki, minimal mau lebaran begini mulus karena banyak masyarakat lewat ya. Tapi sudah bertahun-tahun tidak ada perbaikan memang. Apalagi kalau kita lihat di perbatasan, itu parah," katanya.
Hal senada disampaikan Sari, pemudik asal Jakarta ini juga mengeluhkan hal yang sama saat melintas. Boru Harahap itu kesal jalan tak kunjung ada perbaikan bertahun-tahun.
"Wilayah Riau itu kalau dari arah Pekanbaru sampai Pasir Pangaraian sudah bagus, ada tambal juga jalannya. Tapi setelah Pasir itu justru parah kerusakan, lubang banyak tidak ditutup," katanya.
Bahkan jalan di Desa Tambusai Barat, Rokan Hulu lubang menganga tanpa rambu-rambu. Tentu saja ini dinilai sangat bahaya, terkhusus bagi pemudik yang jarang lewat lokasi itu.
"Kalau yang sering lewat mungkin terbiasa, tahu mana titik-titik yang rusak. Kalau kami yang mudik setahun sekali, itu banyak kena 'ranjau'," katanya kesal.
Sari berharap kepala daerah dari 2 provinsi itu bisa mengambil tindakan. Minimal jalan diperbaiki saat arus mudik lebaran sehingga tak membahayakan pengendara.
